Urban Farming Dinilai Ampuh Tekan Meningkatnya Populasi Sampah di Perkotaan
- 26 Apr 2026 20:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, Ir. Wuryantoro, M.P., menilai urban farming dapat menjadi solusi efektif dalam menangani persoalan sampah perkotaan. Hal itu disampaikannya dalam program Green Radio Pro 1 RRI Madiun, Sabtu 18 April 2026 yang membahas terkait urban farming sebagai solusi mengurangi sampah di kota.
Berdasarkan keterangannya, sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di kawasan perkotaan. Sebagian besar di antaranya merupakan sampah organik yang masih bisa dimanfaatkan kembali.
“Sekitar 60 persen sampah berasal dari rumah tangga, dan kurang lebih 40 persennya berupa sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk yang tentunya nanti akan mendukung pertanian di perkotaan atau urban farming,” ujar Wuryantoro.
Wuryantoro menjelaskan, pupuk dari sampah organik tersebut dapat digunakan untuk mendukung pertanian perkotaan. Dengan begitu, sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga memiliki nilai manfaat. Selain mengurangi sampah, urban farming juga dinilai mampu menambah penghijauan di lingkungan kota.
Tanaman yang tumbuh di pekarangan maupun lahan sempit dapat membantu memperbaiki kualitas udara. Wuryantoro menambahkan, hasil panen dari urban farming juga bisa membantu kebutuhan dapur keluarga. Warga dapat menanam cabai, tomat, terong, hingga tanaman obat di sekitar rumah.
“Minimal bisa mensubstitusi belanja dapur rumah tangga. Jadi kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari lingkungan sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wuryanto juga mengajak masyarakat Kota Madiun untuk mulai memanfaatkan lahan kecil di rumah masing-masing agar sampah berkurang dan lingkungan menjadi lebih sehat. Salah satunya adalah lahan di pekarangan rumah yang belum difungsikan semagai ruang terbuka hijau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....