Guru Ingatkan AI Harus Jadi Alat Bantu, Bukan Jalan Pintas
- 17 Mar 2026 13:48 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam dunia pendidikan dinilai bukan sebagai ancaman, melainkan bagian dari perkembangan teknologi yang perlu disikapi secara bijak. Guru sekaligus kreator konten,
Ahmad Syifaul Umam, menilai kehadiran AI dapat menjadi peluang besar jika pengguna memahami cara memanfaatkannya dengan tepat. Menurutnya, arah penggunaan AI sangat bergantung pada cara pandang dan kemampuan pengguna dalam mengelola hasil yang diperoleh.
Ahmad Syifaul Umam menjelaskan bahwa AI tidak seharusnya dipandang sebagai penghalang dalam proses belajar. Ia menekankan bahwa teknologi ini justru membuka ruang baru bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menulis secara lebih terarah.
“AI itu bukan penghalang ya, tapi ini adalah semacam kemajuan. Dan ini tergantung bagaimana kita menggunakannya, apakah ini peluang atau tantangan,” ujarnya.
Dalam praktik pembelajaran, ia sering menemukan tugas siswa dengan susunan kalimat yang kurang jelas meskipun terlihat rapi. Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami isi tulisan yang mereka kumpulkan. Ia meminta siswa membaca ulang dan menjelaskan kembali maksud dari kalimat yang mereka tulis.
Menurutnya, langkah itu penting agar siswa tidak hanya bergantung pada hasil instan dari teknologi. Ketika diminta menjelaskan, beberapa siswa ternyata kesulitan menyampaikan makna dari tulisannya sendiri.
Dari situ terlihat bahwa pemahaman tetap menjadi unsur utama dalam penggunaan AI di ruang belajar.
Ahmad Syifaul Umam kemudian secara terbuka menyampaikan kepada siswa bahwa ia dapat mengenali penggunaan AI dari pola tulisan yang dihasilkan.
Ia menilai hasil dari AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi atau perintah yang diberikan pengguna. “Jadi semakin pintar kita pengguna maka hasil dari itu juga pintar, bagus,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan AI sebaiknya tidak berhenti pada proses menyalin hasil, tetapi dilanjutkan dengan kemampuan mengolah, memeriksa, dan menyesuaikan isi sesuai kebutuhan. Dengan begitu, siswa tetap terlibat aktif dalam proses berpikir dan tidak kehilangan kemampuan menyusun gagasan secara mandiri.
Bagi Ahmad Syifaul Umam, tantangan terbesar bukan pada teknologinya, melainkan pada kesiapan pengguna dalam memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Ia berharap siswa menjadikan AI sebagai alat bantu untuk belajar lebih efektif, bukan jalan pintas yang mengurangi pemahaman.
Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....