FESyar Regional Jawa 2026 Berakhir, Magetan Sabet 2 Penghargaan
- 30 Sep 2026 07:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Kabupaten Magetan meraih dua penghargaan dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 yang digelar di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, 25–27 September 2026.
Dua penghargaan tersebut yakni Juara II Ekonomi Hijau Berkelanjutan dan Zona KHAS Award Jawa Timur 2026 untuk Kantin Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan.

Penghargaan tersebut diserahkan pada penutupan FESyar Regional Jawa 2026, Minggu (27/9/2026). Penghargaan diterima Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto mewakili Bupati Magetan.
FESyar Regional Jawa 2026 menjadi bagian dari rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pihak untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan Jawa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, berakhirnya FESyar bukan berarti kolaborasi yang telah dibangun ikut berhenti. Berbagai sinergi selama kegiatan perlu dilanjutkan melalui program yang konkret dan berkelanjutan.
“FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut,” kata Ibrahim saat penutupan FESyar Jawa 2026 di Grand City Surabaya.
Ia menyebut keberlanjutan tersebut diperlukan untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, serta manfaat ekonomi dan keuangan syariah bagi masyarakat.
Adapun Capaian Magetan pada FESyar Jawa 2026 kali ini adalah penghargaan Ekonomi Hijau Berkelanjutan dan Zona KHAS Award yang menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Penghargaan tersebut sekaligus menempatkan sejumlah inisiatif di Magetan dalam rangkaian pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Regional Jawa 2026.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, konsep Zona KHAS tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman yang halal. Aspek kebersihan serta kemudahan bagi masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, konsep tersebut juga berkaitan dengan pengembangan muslim-friendly tourism yang tetap terbuka bagi seluruh masyarakat. Fasilitas pendukung seperti penunjuk arah kiblat, makanan halal, serta sarana lainnya menjadi bagian dari konsep tersebut.
“Muslim-friendly tourism itu bukan berarti hanya untuk muslim, tetapi tetap terbuka bagi semua,” tandas Emil. (Dilansir dari Diskominfo Magetan dan Diskominfo Jawa Timur).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....