Polres Madiun Kota Mendalami Dugaan Korupsi Berjamaah
- 02 Jun 2025 13:23 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Polres Madiun Kota menyatakan bahwa proses penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran oleh sejumlah camat dan kepala kelurahan di Kota Madiun masih dalam tahap pendalaman. Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi dukungan dari Forum GERTAK (Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor) yang menuntut pengusutan tuntas dugaan korupsi berjamaah di tingkat kelurahan.
Kapolres Madiun Kota melalui Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Ahmad Ubaidillah, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan informasi serta melakukan verifikasi terhadap sejumlah temuan awal yang beredar di masyarakat.
"Kasus ini masih dalam proses pendalaman Polres Madiun Kota," ujar Iptu Ubaidillah saat ditemui pada Kamis (8/5/2025).
Ia menambahkan, belum dapat membeberkan siapa saja pihak yang telah dipanggil atau dimintai keterangan karena proses tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim). Menurutnya, sesuai ketentuan dari Mabes Polri, kasus dugaan tindak pidana korupsi baru dapat dipublikasikan secara resmi setelah masuk tahap P21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum.
Lebih lanjut, Iptu Ubaidillah menegaskan komitmen Polres Madiun Kota untuk menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dari masyarakat.
"Kasus ini akan kami kawal mulai dari informasi masyarakat, pengumpulan bahan, serta pendalaman oleh tim," tegasnya.
Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur pemerintah kelurahan antara lain mencakup penyalahgunaan anggaran, manipulasi surat pertanggungjawaban (SPJ), serta rekayasa dokumen perjalanan dinas dalam kota yang diduga dilakukan secara terstruktur dan masif.
Dukungan Forum GERTAK terhadap Polres Madiun Kota dinilai sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawasi tata kelola pemerintahan dan memperkuat integritas institusi penegak hukum di daerah.
Artikel ini pernah ditulis Fauzan Nanda Pratama. Update 2-6-2025 13.21 WIB, usai mendapat peninjauan ulang dari tim redaksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....