Seperti Tamiya, Komunitas Beyond Berharap Beyblade Masuk PON
- 31 Mei 2025 11:52 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Umumnya orang, mungkin menganggap permainan Beyblade cuma sekedar permainan untuk bersenang-senang.
Namun, bagi para anggota komunitas Beyond atau Beyblade Medhioen Diversity, permainan ‘gangsing modern’ itu dianggap memiliki unsur olahraga.
Bahkan, permain ini juga didorong untuk diakui sebagai cabor (Cabang Olahraga).
Mereka berharap permainan Beyblade bisa menyusul permainan Tamiya, yang sudah masuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Hal itu dikatakan Founder komunitas Beyond (Beyblade Medhioen Diversity) M. Chandra H. saat menjadi narasumber Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Pro 1 RRI Madiun, pada Kamis (15/5/2025) lalu.
Chandra mengatakan, yang main Beyblade ini sekarang makin banyak.
“Turnamen ada dimana-mana, komunitas juga ada di mana-mana. Sampai sekarang Beyblade ini sedang diajukan untuk jadi cabang olahraga. Nah, di Singapura dan Malaysia itu sudah,” ujar dia.
Untuk menjadikan Beyblade diakui sebagai cabor, sekarang ini juga terus diperjuangkan.
Salah satu regulasi (untuk menjadi cabor) adalah, harus ada organisasi yang menaungi.
"Akhirnya teman-teman di Jakarta bikin, FBI (Federasi Beyblade Indonesia)".
Jadi, Chandra menjelaskan, di FBI itu menaungi komunitas Beyblade.
“Harapannya, nanti modelnya seperti Tamiya yang masuk di PON (dari di lombakan ekshibisi pada PON 2024, dan dilombakan resmi pada PON 2028)".
Chandra mengatakan, saat ini produsen Beyblade Takara Tomy asal Jepang juga mendorong Beyblade jadi olahraga.
“Sekarang diperkenalkan Beyblade bukan sekadar mainan anak kecil, tapi sebagai gear sports. Jadi seperti olahraga, karena lebih kompleks lagi untuk mainnya” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....