Orang Tua Wajib Tahu! Aturan Menonton TV untuk Anak Berdasarkan Usia

  • 29 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah perkembangan teknologi dan mudahnya akses hiburan digital, televisi masih menjadi salah satu media yang sering menemani aktivitas anak di rumah. Meski dapat menjadi sarana hiburan dan belajar, menonton TV tetap perlu diatur agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak.

Dikutip dari Child Mind Institute, yang perlu menjadi perhatian orang tua bukan hanya durasi menonton, tetapi juga jenis tayangan, cara anak mengonsumsi media, serta keterlibatan orang tua saat mendampingi. Dengan aturan yang tepat, TV dapat menjadi media edukasi yang bermanfaat, bukan sumber kebiasaan yang kurang sehat.

Usia 0–18 Bulan: Hindari Paparan TV

Pada masa awal kehidupan, perkembangan otak bayi berlangsung sangat cepat. Karena itu, anak usia di bawah 18 bulan dianjurkan untuk tidak mendapatkan paparan televisi atau media hiburan berbasis layar.

Pengecualian yang masih diperbolehkan adalah penggunaan video call dengan anggota keluarga karena tetap melibatkan interaksi sosial secara langsung.

Di usia ini, kebutuhan utama anak adalah:

  • Berinteraksi langsung dengan orang tua
  • Mendengar percakapan sehari-hari
  • Bermain dan mengeksplorasi lingkungan
  • Melatih respons terhadap suara dan ekspresi wajah

Aktivitas tersebut dinilai jauh lebih efektif untuk mendukung perkembangan bahasa, sosial, dan emosional dibanding menonton layar.

Usia 18–24 Bulan: Mulai Kenalkan Tayangan Berkualitas

Memasuki usia ini, anak mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap gambar dan suara. Orang tua dapat mulai mengenalkan televisi, tetapi dengan aturan yang jelas.

Pilih tayangan yang:

  • Edukatif dan sesuai usia
  • Berdurasi singkat
  • Ditonton bersama orang tua

Pendampingan menjadi penting agar anak tidak hanya melihat layar, tetapi juga memahami isi tayangan dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.

Usia 2–5 Tahun: Batasi Sekitar 1 Jam per Hari

Untuk anak usia prasekolah, Child Mind Institute merekomendasikan waktu menonton sekitar satu jam per hari untuk tayangan berkualitas tinggi.

Namun, kualitas tayangan tetap menjadi faktor utama. Orang tua disarankan untuk:

  • Memilih program yang mendukung belajar dan kreativitas
  • Menghindari tayangan dengan unsur kekerasan atau bahasa yang tidak sesuai usia
  • Mengajak anak berdiskusi setelah menonton
  • Tidak menjadikan TV sebagai pengganti interaksi keluarga

Selain itu, anak tetap membutuhkan waktu yang cukup untuk bermain aktif, membaca, dan berinteraksi secara langsung.

Usia 5–11 Tahun: Terapkan Aturan yang Konsisten

Saat memasuki usia sekolah, anak mulai lebih mandiri memilih tontonan. Pada fase ini, orang tua perlu membantu membangun kebiasaan penggunaan media yang sehat.

Beberapa aturan yang dapat diterapkan:

  • Menentukan jadwal menonton setiap hari
  • Membuat area bebas layar seperti kamar tidur dan meja makan
  • Tidak menonton menjelang waktu tidur
  • Mengajak anak berdiskusi tentang isi tayangan

Diskusi sederhana, seperti membahas perilaku tokoh di TV atau menjelaskan isi iklan, dapat membantu anak berpikir lebih kritis terhadap media.

Usia 12 Tahun ke Atas: Bangun Kebiasaan Digital yang Seimbang

Pada masa remaja, pengawasan orang tua mulai berubah menjadi pendampingan dan pembentukan tanggung jawab.

Anak perlu belajar untuk:

  • Mengatur waktu layar secara mandiri
  • Menyeimbangkan hiburan dengan belajar dan aktivitas fisik
  • Menjaga kualitas tidur
  • Memahami pengaruh media terhadap emosi dan kesehatan mental

Kuncinya Bukan Melarang, Tapi Mengatur

Menurut peniliti terkait kebiasaan anak menonton, televisi bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Yang terpenting adalah memastikan tayangan yang dipilih sesuai usia, ditonton dalam batas wajar, dan tidak menggantikan aktivitas penting lain seperti bermain, belajar, tidur, serta waktu bersama keluarga.

Dengan pendampingan yang tepat, kebiasaan menonton TV dapat menjadi pengalaman yang positif dan mendukung perkembangan anak secara optimal. (DMR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....