Ngabuburit di Alun-alun Magetan, Menjaga Suasana Hangat Sore Ramadan
- 03 Mar 2026 15:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Menjelang senja, langit Magetan kerap menggantungkan awan kelabu. Sesekali gerimis turun, sesekali pula matahari muncul memberi jeda. Namun di Alun-alun Magetan, denyut Ramadan tetap terasa.
Bukan lewat keramaian yang gegap gempita, melainkan dari langkah-langkah kecil keluarga yang datang bersama, dari tawa anak-anak yang berlarian, serta dari pedagang yang setia membuka lapak menjelang waktu berbuka.
Bagi sebagian orang tua, ngabuburit di alun-alun bukan sekadar menunggu azan. Dila, seorang ibu yang datang bersama anaknya, menjadikan sore Ramadan sebagai waktu keluarga. Odong-odong menjadi tujuan utama, sekaligus cara sederhana menghabiskan waktu bersama.
“Anak saya sukanya itu odong-odong. Jadi tiap minggu selalu nyarinya mainan. Nah, bedanya kalau pas bulan puasa ini mainannya itu full setiap hari ada. Kalau hari biasa ke sini cuma Sabtu Minggu,” ujarnya, Minggu 28 Februari 2026.
Dila mengaku hanya keluar rumah saat cuaca mendukung dan memilih membeli takjil di dekat rumahnya. Meski begitu, ia tetap memandang alun-alun sebagai ruang yang memberi suasana berbeda di bulan Ramadan. Baginya, kebersamaan yang terbangun di ruang terbuka itu tetap memiliki nilai tersendiri.
“Di setiap kecamatan itu bikin pujasera masing-masing. Jadi nggak bisa terpusat. Orang-orang pun akhirnya nggak bisa satu tujuan. Oh, ke sana yang dekat rumahku aja ada. Saya inginnya sih kayak yang tahun-tahun pas zaman saya SMA ya. Jadi terpusat biar kelihatan guyubnya,” lanjut Dila.
Meski kini pilihan lokasi berbuka semakin beragam, sebagian warga tetap menyempatkan datang ke alun-alun untuk menikmati suasana yang berbeda.
Di sudut lain, deretan pedagang tetap bersiap setiap sore. Salah satunya Rika, anggota paguyuban PK 5 Alun-alun, yang telah belasan tahun menggantungkan hidup di ruang terbuka tersebut. Ramadan kali ini datang bersamaan dengan musim hujan, menuntut kesabaran dan kesiapan ekstra.
Cuaca yang kerap berubah membuat ritme kunjungan sulit diprediksi. Namun Rika dan pedagang lainnya tetap menata lapak, menunggu jeda hujan, dan menyambut pengunjung yang datang. Bagi mereka, hadir secara konsisten menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kepercayaan pelanggan.
“Pokoknya berusaha tetap memperbaiki kualitas jualan. Tetap memperbaiki produk supaya pengunjungnya, walaupun datangnya tidak selalu bersamaan, tetap merasa puas,” ucap Rika.
Keberadaan pedagang pujasera di kelurahan-kelurahan Kabupaten Magetan memberikan warna tersendiri di bulan Ramadan 2026. Termasuk adanya pujasera di kawasan alun-alun tidak dipandang sebagai pesaing oleh Rika dan anggota paguyuban PK 5 Alun-alun Magetan lainnya.
Rika menilai aktivitas pujasera di lokasi yang sama menambah pilihan sekaligus menarik minat masyarakat untuk datang. Semakin banyak kegiatan, semakin hidup suasana alun-alun saat Ramadan.