Hakikat Kematian dan Kehidupan Setelahnya Menurut Islam
- 25 Jan 2026 23:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kematian merupakan sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk hidup. Dalam Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya, yaitu akhirat. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Yusuf Ahmad Muazam Syah dalam program Mimbar Agama Islam yang disiarkan Programa 1 RRI Madiun, Jumat, 23 Januari 2026. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa kematian merupakan bagian dari rukun iman, yakni iman kepada hari akhir.
“Kematian adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Semua makhluk hidup pasti mengalaminya. Dan ini merupakan bagian dari keimanan kita kepada hari akhir,” ujar Ustadz Yusuf. Ia menjelaskan bahwa hakikat kematian adalah terpisahnya ruh dari jasad manusia. Ketika ruh meninggalkan tubuh, maka manusia dinyatakan wafat secara jasmani, meskipun ruh itu sendiri tidak mati. “Kematian itu adalah saat ruh berpisah dari jasad. Yang mati sebenarnya bukan ruhnya, tetapi tubuhnya. Ruh tetap hidup,” jelas Yusuf.
Menurut Ustadz Yusuf, kehidupan setelah kematian memang tidak dapat diverifikasi secara empiris, sebab tidak ada manusia yang telah wafat lalu kembali ke dunia untuk menceritakan keadaannya. Namun, Islam memberikan penjelasan yang jelas melalui Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. “Tidak ada satu pun manusia yang bisa memverifikasi kehidupan setelah mati, karena orang yang telah wafat tidak kembali lagi. Maka satu-satunya rujukan kita adalah Al-Qur’an dan sunah Rasulullah,” ungkapnya.
Yusuf juga menjelaskan tentang hakikat ruh yang selama ini menjadi perdebatan. Dalam pandangan Islam, ruh bukanlah sesuatu yang kasat mata dan tidak bisa diukur secara ilmiah seperti benda fisik. “Ruh tidak memiliki massa dan tidak bisa dilihat oleh panca indra. Tetapi kita yakin keberadaannya, karena tanpa ruh manusia tidak akan hidup,” tuturnya. Lebih lanjut, Ustadz Yusuf menjelaskan bahwa ruh memiliki hubungan erat dengan akal dan hati. Keduanya memengaruhi kondisi ruh seseorang, yang pada akhirnya juga memengaruhi perilaku dan kekuatan fisik manusia. “Ruh sangat berkaitan dengan pikiran dan perasaan. Ketika hati dan akal seseorang baik, maka ruhnya pun kuat. Tapi tubuh tidak bisa memengaruhi ruh, justru ruh lah yang menggerakkan tubuh,” jelasnya.
Terkait asal-usul ruh, Yusuf menyampaikan pandangan para ulama bahwa ruh tercipta bersamaan dengan perkembangan janin dalam kandungan, bukan datang dari luar tubuh. “Sebagian ulama menjelaskan bahwa ruh tercipta seiring perkembangan janin di dalam rahim. Ketika ruh itu telah sempurna dan menyatu dengan tubuh, maka jantung mulai berdetak dan manusia hidup,” katanya. Ustadz Yusuf juga menegaskan bahwa kematian merupakan proses alami ketika tubuh tidak lagi mampu menjadi tempat bagi ruh.“Ketika tubuh sudah lemah dan tidak mampu lagi mengekspresikan kekuatan ruh, maka ruh akan meninggalkannya. Itulah yang disebut kematian,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Yusuf mengibaratkan kehidupan dunia sebagai sebuah perjalanan sementara.“Hidup ini seperti perjalanan. Dunia hanyalah tempat singgah. Kematian bukan akhir, tapi transisi menuju kehidupan yang lebih panjang, yaitu akhirat,” katanya. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Mu’minun yang menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan dengan sia-sia dan pasti akan kembali kepada Allah. “Allah tidak menciptakan manusia untuk bermain-main. Kita semua akan kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita,” tutur Ustadz Yusuf.
Sebagai penutup, Yusuf mengingatkan bahwa kehidupan dunia sangatlah singkat dibandingkan kehidupan akhirat. “Rasulullah bersabda, kenikmatan dunia itu seperti setetes air di ujung jari dibandingkan luasnya lautan. Maka orang beriman tidak perlu takut mati, karena kematian adalah pintu menuju kehidupan yang abadi,” pungkasnya. Dengan pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan mampu memaknai hidup dengan lebih bijak, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....