Penelepon atau Penerima yang Lebih Dulu Salam?
- 23 Apr 2026 09:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dalam kehidupan sehari-hari, adab atau etika dalam berkomunikasi sangat penting untuk diperhatikan, termasuk saat menggunakan telepon. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah ketika menerima panggilan telepon, siapa yang seharusnya mengucapkan salam terlebih dahulu? Apakah yang menerima telepon atau yang menelepon?
Menurut penjelasan ustadz Ammi Nur Baits, yang lebih sesuai dengan sunnah adalah pihak yang menelepon yang mengawali salam. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan kaidah adab salam dalam Islam yang memiliki urutan tertentu.
Dalam sunnah, orang yang datang dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada yang didatangi. sunah ini bisa digunakan dalam berbagai situasi, seperti saat bertamu, memasuki ruangan, maupun dalam konteks komunikasi modern seperti menelepon. Menelepon dianggap sebagai bentuk mendatangi seseorang, meskipun tidak secara fisik.
Dengan demikian, ketika seseorang menelepon, dialah yang seharusnya memulai percakapan dengan mengucapkan salam. Sementara itu, pihak yang menerima telepon sebaiknya tidak langsung mengawali salam, melainkan menunggu hingga penelepon menyampaikannya terlebih dahulu.
Perkembangan teknologi tidak menghapus adab dalam Islam, justru menjadi sarana baru untuk mengamalkannya. Dengan menjaga etika, komunikasi menjadi lebih santun dan bernilai ibadah. Adab ini mengajarkan kita untuk memahami bahwa perkembangan teknologi tidak menghilangkan nilai-nilai etika dalam Islam, justru menjadi sarana baru untuk mengamalkannya. Dengan menjaga adab, komunikasi tidak hanya menjadi lebih sopan, tetapi juga bernilai ibadah.
Memahami dan mengamalkan adab sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya kita dalam mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal yang tampak sepele seperti menelepon. UU
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....