Cerita UMKM Gahari Incar Peluang di Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah
- 02 Okt 2026 07:56 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Gelaran Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Stadion Wilis Kota Madiun, pada 25 hingga 27 September 2026, tak sekadar menjadi tempat pamer produk. Lebih dari itu, ajang ini menjadi pintu kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk membangun kemitraan bisnis dan memperluas jangkauan pasar. Salah satu yang mengincar peluang tersebut adalah UMKM Gahari.
Ketua UMKM Gahari, Rustika Dewi Wijayanti, menceritakan bahwa keterlibatan komunitasnya bermula dari keberanian mendaftar secara sukarela melalui tautan terbuka yang disediakan Kementerian Haji dan Umrah. Meski pendaftarannya terbuka untuk umum, seleksinya terbilang ketat. Kelengkapan legalitas menjadi syarat utama, seperti kewajiban memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pendaftar perorangan, serta jaminan sertifikat halal pada tiap produk yang dipamerkan.
"Untuk mengikuti kegiatan ini memang ada link terbuka ya dari Kementerian Haji dan Umrah. Salah satunya yang paling utama, kalau untuk atas nama pribadi harus memiliki NIB, kemudian produknya juga harus sudah bersertifikat halal," jelasnya.
Setelah memenuhi syarat legalitas hingga foto produk, UMKM Gahari lolos menjadi salah satu tenant pada kegiatan tersebut untuk kategori Produk Unggulan UMKM. Produk yang dipamerkan pun bukan asal pilih, melainkan melewati proses kurasi.
Rustika menerangkan produk yang dipilih adalah olahan pangan kemasan yang tahan lama dan bersertifikat halal. Di antaranya kerupuk, keripik, aneka kukis, sambal pecel, hingga abon ayam. Produk-produk tersebut sengaja dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan jemaah maupun industri penunjang haji dan umrah.
"Harapannya ketika produk yang kami tawarkan ini bisa berkaitan atau bisa disoundingkan dengan kegiatan haji dan umrah, insyaallah itu yang kita tawarkan," tambahnya.
Meski menjadi tenant selama tiga hari pameran, bagi Rustika dan para anggotanya, deretan transaksi penjualan harian bukanlah tujuan tunggal. Sasaran utama yang mereka incar adalah memanfaatkan forum business matching, yakni bertemu dan berjejaring langsung dengan pihak kementerian, penyedia pendanaan, hingga penyedia jasa tur haji dan umrah.
Melalui kegiatan ini, UMKM Gahari berupaya membuka pintu kerja sama baru agar produk lokal Madiun bisa masuk dalam rantai pasok kebutuhan jemaah.
"Kemarin sudah saya sampaikan ke teman-teman, kegiatan expo ini tidak sekadar bazar atau berdagang. Kita ingin memanfaatkan kesempatan business matching ini, terutama dengan Kementerian Haji dan Umrah, agar terjadi sinergi antara produk unggulan UMKM, ekosistem haji dan umrah, serta para penyedia dana," tegasnya.
Tak hanya menyasar pihak kementerian dan investor, momen ini juga dimanfaatkan untuk membangun relasi antar sesama pelaku UMKM dari berbagai penjuru Jawa Timur. Dari tempat pameran ini, tambah Rustika, mereka bisa saling bertukar informasi, menimba ilmu, dan merintis potensi kolaborasi lintas daerah.
Usai perhelatan expo ditutup, Rustika berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti begitu saja. Harapan besar digantungkan agar program pemerintah dalam merangkul pelaku usaha mikro untuk berpartisipasi dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah, termasuk peluang ekspor ke Arab Saudi, dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan.
"Harapannya tidak hanya sekedar selesai kegiatan kita diam aja atau tidak ada koneksi lagi. Mudah-mudahan apa yang disampaikan pada acara business matching kemarin bisa benar-benar terealisasi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....