Baru Sebulan Merintis, Nasi Balap Puyung Fivi Mulai Buka Peluang Kerja di Madiun
- 18 Agt 2026 12:16 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Berawal dari mencoba menjual makanan khas Lombok, Fivi Bimar Dianti kini mulai merasakan perkembangan usaha nasi balap puyung yang dirintisnya di Kota Madiun. Meski baru berjalan sekitar satu bulan, usaha tersebut telah mendapat respons positif dari masyarakat dan bahkan mulai membuka peluang pekerjaan.
Ide berjualan nasi balap puyung muncul ketika seorang sepupu Fivi yang bekerja di Pacitan meminta dibuatkan makanan khas Lombok. Dari permintaan tersebut, Fivi kemudian mencoba menawarkan nasi balap puyung dengan sistem pre-order.
Respons pembeli di luar perkiraan. Pesanan yang awalnya hanya dibuat berdasarkan permintaan kemudian berkembang hingga Fivi memutuskan menyediakan nasi balap puyung setiap hari, kecuali di hari Jumat.
“Ini kan belum ada nih di Madiun, adanya kan nasi balap puyung itu kan di Jogja katanya itu. Nah, coba. Tapi aku PO dulu ya. Aku bilang setelah aku nyoba ternyata alhamdulillah langsung meledak gitu, Kak. Jadinya banyak yang peminatnya gitu, Kak. Banyak juga kan orang-orang daerah Lombok di sini, Lombok, Sumbawa, Bima itu kan pasti kangen dengan cita rasa yang pedas kan. Oke. Jadinya aku langsung ya udah enggak usah tanpa POPO langsung jualan setiap harinya gitu kan.,” ujar Fivi dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Madiun belum lama ini.
Kini, Fivi tidak lagi hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang. Ia juga menyediakan tempat bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan langsung di lokasi. Menu mulai tersedia sejak pukul 10.00 WIB dan biasanya ramai menjelang waktu makan siang. Pelanggan yang datang pun berasal dari berbagai kalangan. Selain masyarakat asal Lombok yang tinggal di Madiun, ada pula masyarakat yang pernah bekerja atau tinggal di Lombok serta warga lokal yang menyukai makanan pedas.
Menurut Fivi, perkembangan tersebut menjadi hal yang tidak disangka. Ia bahkan sempat merasa ragu untuk memulai usaha karena mengaku mudah merasa down ketika mendapat komentar dari orang lain. Namun, keraguan itu justru menjadi pengalaman yang mendorongnya untuk terus mencoba. Setelah menjalani usaha, Fivi menyadari bahwa kekhawatiran yang selama ini ada tidak selalu menjadi kenyataan.
“Jangan takut untuk maju. Terus maju, tetap semangat. Jangan takut karena kita tidak pernah tahu kalau kita tidak mencoba,” katanya.
Seiring bertambahnya pelanggan, Fivi mulai mendapat bantuan dalam proses pengemasan makanan. Ia mengaku senang karena usaha yang baru dirintisnya tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga dapat membantu orang lain mendapatkan pekerjaan. Dalam menjalankan usahanya, Fivi memilih untuk tetap konsisten memperkenalkan produknya melalui media sosial. Ia aktif menggunakan TikTok untuk mempromosikan nasi balap puyung dan menu khas Lombok lainnya.
Fivi menilai konsistensi menjadi salah satu hal penting dalam membangun usaha. Baginya, promosi harus tetap dilakukan meskipun kondisi penjualan sedang sepi. Ke depannya, Fivi berharap nasi balap puyung dan kuliner khas Lombok lainnya dapat semakin dikenal masyarakat Madiun dan Jawa Timur. Ia juga berharap usahanya terus berkembang hingga dapat membuka cabang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....