Dari Hobi K-Pop ke Peluang Usaha: Kisah Mokja Korean Food di Madiun

  • 09 Apr 2026 16:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tren budaya Korea Selatan yang semakin populer di Indonesia tidak hanya memengaruhi dunia hiburan, tetapi juga membuka peluang besar di sektor kuliner. Hal ini dimanfaatkan oleh Elen Surya, pelaku UMKM asal Madiun yang sukses merintis usaha makanan Korea bernama Mokja Korean Food.

Berawal dari ketertarikan terhadap K-Pop sejak duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 2012, Elen mulai mengenal budaya Korea secara lebih luas, termasuk kulinernya. Namun, saat itu pilihan makanan Korea di Madiun masih sangat terbatas.

“Aku dari kelas 6 SD berarti 2012 aku suka K-pop. Sempat di Madiun ada satu kedai makanan Korea, tapi tidak bertahan lama. Setelah itu, kalau ingin makan Korean food harus ke luar kota seperti Surabaya atau Malang,” ujarnya saat menjadi Narasumber di Muda Kreatif Pro 2 RRI Madiun.

Melihat peluang tersebut, Elen yang merupakan lulusan tata boga memutuskan untuk mencoba peruntungan di bidang kuliner. Pada 2022, di tengah situasi pandemi, ia mulai berjualan secara sederhana dengan sistem preorder.

Menu pertama yang ditawarkan bukan langsung kimbab atau topokki, melainkan dakbal, yaitu ceker ayam tanpa tulang khas Korea. Menu ini dipilih karena unik dan belum banyak dijual di Madiun.

Seiring waktu, usaha yang awalnya kecil-kecilan ini berkembang. Elen mulai menambahkan berbagai menu khas Korea seperti kimbab, topokki, kimchi, hingga ramyeon. Ia juga terus melakukan eksperimen resep agar rasa tetap otentik namun cocok di lidah masyarakat lokal.

Yang menarik, Mokja Korean Food tetap mempertahankan konsep sederhana dengan membuka kedai di teras rumah. Meski demikian, pelanggan terus berdatangan, bahkan tidak hanya dari masyarakat lokal.

Elen mengaku pernah mendapat pelanggan langsung dari Korea Selatan yang memberikan masukan terkait rasa masakannya.

“Jadi pertama kali customer Koreaku itu justru waktu aku belum buka outlet, saat itu masih online. Mereka sempat kasih feedback soal kimchi, mulai dari tingkat keasinan sampai cara mencuci sawi. Itu jadi pembelajaran berharga buat saya,” katanya.

Tak hanya itu, kedainya juga pernah didatangi rombongan warga Korea yang membeli dalam jumlah besar. Hal ini menjadi bukti bahwa cita rasa yang ditawarkan cukup mendekati aslinya. Bahkan Mojka banyak direkomendasikan sebagai kedai makanan korea yang cocok dilidah orang korea walau berada di Indonesia.

“Mokja pernah diserbu Ajusi ya. Terus mereka pesan Kimcibokembab. Ini semua yang ada di sini mereka pesan ya kan. Terus karena mereka orang Korea jadi pasti pesannya juga ada nasi goreng kimci. Alhamdulillah habis enggak menyisakan apun” Cerita Elen

Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp30.000, Mokja Korean Food berhasil menjangkau berbagai kalangan, dari pelajar hingga orang dewasa.

Ke depan, Elen berharap usahanya bisa berkembang lebih besar tanpa meninggalkan konsep khas yang sudah dibangun sejak awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....