Mengenal Korean Food Lebih Dekat: Bukan Sekadar Tren, tapi Soal Cita Rasa dan Teknik
- 09 Apr 2026 16:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Gelombang budaya Korea yang melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tak hanya memengaruhi dunia hiburan, tetapi juga selera makan masyarakat. Beragam hidangan khas Korea kini semakin mudah ditemukan, mulai dari restoran besar hingga usaha kuliner rumahan. Namun di tengah popularitas tersebut, pemahaman tentang keaslian makanan Korea masih belum sepenuhnya merata.
Hal ini disampaikan oleh Elen Surya pelaku usaha kuliner asal Madiun yang sukses merintis usaha makanan Korea bernama Mokja Korean Food dalam perbincangan di PRO 2 RRI Madiun. Ia menilai bahwa banyak masyarakat masih melihat makanan Korea sebatas tren, tanpa benar-benar memahami karakteristik rasa dan cara penyajiannya.
Salah satu contoh yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa kimbab sama dengan sushi. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari bahan, rasa, maupun filosofi penyajiannya.
Menurut Elen, kimbab umumnya menggunakan bahan-bahan yang sudah matang, seperti sayuran, telur, hingga daging yang telah dibumbui. Nasi pada kimbab pun tidak dibiarkan polos, melainkan diberi bumbu sehingga rasanya lebih kaya dan kompleks. Sementara itu, sushi sering kali mempertahankan kesederhanaan rasa dengan penggunaan bahan mentah seperti ikan segar, serta nasi yang hanya dibumbui ringan dengan cuka. “Kimbab itu rasanya lebih ‘ramai’ karena banyak komponen di dalamnya, sedangkan sushi cenderung lebih sederhana dan menonjolkan bahan utamanya,” jelasnya.
Lebih jauh, Elen mengungkapkan bahwa ciri khas utama masakan Korea terletak pada penggunaan bumbu fermentasi. Salah satu yang paling populer adalah gochujang, yaitu pasta cabai yang dibuat melalui proses fermentasi dengan campuran pati beras. Bumbu ini menghasilkan perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam yang menjadi identitas kuat masakan Korea.
Namun, ia menekankan bahwa proses pengolahan menjadi kunci penting. Jika tidak dilakukan dengan tepat, rasa asam dari fermentasi bisa hilang atau bahkan berubah menjadi pahit, sehingga mengurangi kelezatan hidangan.
Selain gochujang, kimchi juga memegang peranan penting dalam kuliner Korea. Kimchi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral yang mencerminkan kualitas sebuah hidangan. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan, mulai dari penggaraman sawi, pencampuran bumbu, hingga fermentasi dalam kondisi tertentu selama waktu yang tidak singkat.
“Kata orang Korea, kalau kimchinya enak, biasanya masakan lainnya juga enak. Itu seperti standar atau patokan,” ujar Elen.
Tak hanya soal bahan dan rasa, makanan Korea juga memiliki cara penyajian dan cara makan yang khas. Salah satu contohnya adalah bibimbap. Hidangan ini terdiri dari nasi yang disajikan bersama berbagai lauk seperti sayuran, daging, telur, dan saus. Namun sebelum disantap, semua bahan harus diaduk terlebih dahulu agar cita rasa menyatu dengan sempurna.
Menurut Elen, aspek ini sering kali terlewat oleh masyarakat yang baru mencoba makanan Korea. Padahal, cara makan tersebut merupakan bagian penting dari pengalaman menikmati hidangan secara utuh.
Melalui edukasi seperti ini, ia berharap masyarakat tidak hanya sekadar mengikuti tren kuliner Korea, tetapi juga memahami nilai, teknik, dan filosofi di balik setiap hidangan. Dengan begitu, pengalaman menikmati makanan Korea tidak hanya berhenti pada rasa, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya yang melatarbelakanginya.
Seiring meningkatnya minat masyarakat, peluang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk menghadirkan makanan Korea autentik pun semakin terbuka lebar. Namun, tantangannya adalah bagaimana tetap menjaga keaslian rasa di tengah penyesuaian dengan lidah lokal.
Pada akhirnya, memahami makanan Korea bukan hanya soal mengetahui nama hidangan, tetapi juga mengenali proses, bahan, dan cara menikmatinya. Dengan pemahaman tersebut, tren kuliner Korea di Indonesia diharapkan dapat berkembang lebih berkualitas dan tidak sekadar menjadi fenomena sesaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....