Kembang Goyang “D’arki”, Jajanan Jadul yang Kembali Digemari
- 14 Mar 2026 11:04 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kue tradisional kembang goyang kembali menjadi camilan favorit masyarakat, terutama menjelang hari raya. Salah satu pelaku usaha yang menghadirkan kembali jajanan jadul ini adalah Riza Kurniasari melalui produknya bernama D’arki
Nama tersebut ternyata memiliki makna khusus. Riza menjelaskan, nama “D’arki” merupakan gabungan doa dan nama anak-anaknya.
“Huruf D saya artikan sebagai doa atau bisa dek. Sedangkan Arki berasal dari gabungan nama anak-anak saya, yaitu Aisyah, Aira, dan Kia nama putrinya adik yang sudah seperti anak sendiri. Jadi D’arki doa anak anak saya” ungkapnya.
Melalui nama tersebut, ia berharap usaha yang dirintis dapat berkembang dan suatu saat bisa diteruskan oleh generasi berikutnya.
Produk kembang goyang miliknya dibuat dengan resep yang berbeda dari kebanyakan. Riza memilih tidak menggunakan tepung beras agar tekstur kue lebih renyah dan tidak terlalu keras. Selain itu, ia menambahkan wijen untuk memberikan aroma gurih pada kue. Warna kuning pada kembang goyang juga diperoleh dari pewarna makanan berwarna kuning telur. Menurutnya, pelanggan lebih menyukai tekstur kembang goyang yang renyah dan tidak keras.
“Pernah saya coba tambahkan sedikit tepung beras, langsung ada pelanggan yang bilang kok agak keras. Akhirnya saya kembali ke resep yang sekarang,” jelasnya.
Kembang goyang produksinya tersedia dalam beberapa kemasan, mulai dari kemasan mini hingga kemasan kotak yang cocok dijadikan hampers. Harga produk ini juga cukup terjangkau, mulai dari sekitar Rp10 ribu per kemasan.
Beberapa pelanggan juga sempat meminta kembang goyang dengan warna pelangi. Namun Riza mengaku masih belum puas dengan hasilnya karena warna tersebut sering memudar setelah digoreng. Karena itu, ia memilih mempertahankan tampilan klasik yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta jajanan tradisional.
Selain kembang goyang, Riza juga mulai memproduksi camilan tradisional lain seperti kue “yuyu” yang memiliki rasa manis maupun asin.
Dengan cita rasa khas dan harga yang ramah di kantong, camilan tradisional ini menjadi alternatif menarik di tengah banyaknya kue modern.