Menjaga Ekonomi Desa Belajar dari Sungai di Wana Wisata Grape

  • 10 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo —Di Desa Grape, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, aliran air tidak hanya menopang ekosistem, tetapi juga tumbuh menjadi pelopor penggerak perekonomian masyarakat. Sungai Grape yang bersih dan terawat ini memiliki potensi besar, untuk mentransformasi kawasan pedesaan menjadi destinasi wisata berbasis alam yang bernilai ekonomi tinggi.

Aliran sungai di Wana Wisata Grape kini menjadi sarana rekreasi favorit, khususnya saat musim kemarau, di mana pengunjung terutama anak-anak dapat bermain air dengan aman dan nyaman.

Keberadaan sungai yang dikelola dengan baik memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Denny, Ketua Pengelola Wana Wisata Grape dari Ngandung Keresek, mengungkapkan betapa krusialnya peran sungai dalam menghidupkan perekonomian warga.

"Peran sungainya sangat berperan sekali, soalnya wisata Ngrape kan wisata alam yang kebetulan dilewati oleh sungai. Dampak pendapatannya cukup baik, soalnya dengan adanya sungai, pendapatan pengelola dan UMKM di sekitar sini jadi lebih meningkat," ujar Denny, Senin (10/8/2026).

Manfaat ekonomi ini dirasakan secara merata, mulai dari para petugas pengelola wisata hingga pelaku UMKM lokal yang berjualan di sekitar area Wana Wisata Grape. Kehadiran sungai menjadikan objek wisata lebih ramai, yang secara otomatis meningkatkan daya beli wisatawan terhadap produk-produk lokal.

Dampak ekonomi yang positif ini sangat bergantung pada kondisi kelestarian sungai itu sendiri. Sungai yang kotor dan keruh tentu akan membuat wisatawan enggan berkunjung.

Baca juga: Investasi Emas Aman

Oleh karena itu, menjaga kebersihan menjadi agenda wajib harian bagi pengelola. Setiap hari, petugas membersihkan sampah alami seperti ranting dan dedaunan yang gugur.

Selain itu, pihak pengelola juga memberlakukan aturan tegas agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Meski demikian, tantangan di lapangan masih sering dijumpai. Denny mengakui bahwa tingkat kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai masih perlu ditingkatkan.

Sampah plastik yang dibuang sembarangan masih menjadi kendala utama yang merusak keindahan dan kebersihan air. Kesadaran untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat demi menjaga keberlanjutan manfaat yang diterima.

"Harapannya semoga sungai tetap bersih dan airnya mengalir deras. Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan agar tidak membuang sampah di sungai, sehingga sungai bisa terus memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian," pungkasnya.

(DEVI NUR)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....