Manfaatkan AI, Investor Tetap Harus Kritis Memilih Investasi Kredibel
- 27 Jul 2026 08:17 WIB
- Madiun
RRI. CO. ID, Madiun- Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dengan lebih cepat, termasuk dalam mengenali produk investasi yang kredibel. Namun, AI sebaiknya diposisikan sebagai media bantu, bukan sebagai penentu keputusan akhir dalam berinvestasi.
Hal tersebut disampaikan Dosen Program Studi Akuntansi UKWMS Kampus Madiun, Mujilan, S.E., M.Sc., yang menilai bahwa kemajuan teknologi AI dapat menjadi sarana edukasi finansial bagi masyarakat di tengah maraknya tawaran investasi digital.
Menurut Mujilan, AI mampu membantu pengguna menghimpun berbagai informasi mengenai instrumen investasi, profil perusahaan, hingga analisis risiko dalam waktu singkat. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan sebelum seseorang memutuskan menanamkan modalnya.
| Baca juga: Tips Investasi Emas Bagi Pemula |
"AI dapat membantu masyarakat menyaring informasi dari berbagai sumber, membandingkan karakteristik produk investasi, hingga mengenali indikator-indikator yang patut dicurigai. Namun AI bukan pengganti pertimbangan manusia dalam mengambil keputusan investasi," ujarnya beberapa waktu lalu dalam program Inflasi dan Investasi Pro1 RRI Madiun.
Ia menjelaskan, salah satu manfaat AI adalah membantu calon investor melakukan pemeriksaan awal (preliminary screening) terhadap legalitas suatu perusahaan investasi. Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk mencari informasi mengenai izin usaha, rekam jejak perusahaan, model bisnis, hingga ulasan publik yang tersedia di berbagai sumber.
Meski demikian, Mujilan mengingatkan bahwa hasil pencarian AI tetap perlu diverifikasi dengan sumber resmi. Sebab, AI dapat menghasilkan informasi yang kurang akurat apabila data yang digunakan tidak mutakhir atau berasal dari sumber yang tidak valid.
| Baca juga: Investasi Emas Aman |
"Jangan langsung percaya hanya karena jawabannya terdengar meyakinkan. Selalu lakukan pengecekan silang melalui situs resmi regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, maupun lembaga pemerintah terkait," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa investasi yang sehat selalu memiliki karakteristik yang jelas, mulai dari legalitas perusahaan, produk yang mudah dipahami, tingkat risiko yang sebanding dengan potensi keuntungan, hingga transparansi pengelolaan dana.
Sebaliknya, masyarakat perlu waspada apabila menemukan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas. Menurutnya, pola seperti ini masih sering ditemukan dalam berbagai modus investasi ilegal yang memanfaatkan media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Mujilan menyarankan agar AI digunakan sebagai "asisten digital" yang membantu mengumpulkan informasi, menyusun daftar pertanyaan, hingga menjelaskan istilah-istilah keuangan yang sulit dipahami. Dengan demikian, masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang lebih baik sebelum berkonsultasi dengan pihak yang kompeten atau mengambil keputusan investasi.
"Gunakan AI untuk meningkatkan literasi keuangan, bukan sebagai pengganti analisis. Keputusan investasi tetap membutuhkan logika, pemahaman terhadap profil risiko, tujuan keuangan, serta verifikasi dari sumber yang terpercaya," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kemampuan menggunakan AI secara bijak dinilai menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki masyarakat agar tidak mudah terjebak informasi menyesatkan maupun penipuan berkedok investasi.
Dengan memadukan pemanfaatan AI, kemampuan berpikir kritis, dan verifikasi kepada lembaga resmi, masyarakat diharapkan mampu menjadi investor yang lebih cerdas serta terhindar dari praktik investasi bodong yang masih marak terjadi di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....