Financial Anxiety, Fenomena Gen Z di Tahun 2025?
- 19 Okt 2025 13:50 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Tekanan finansial kini menjadi salah satu isu yang paling sering dirasakan anak muda, terutama di kalangan Gen Z. Gaya hidup digital, tuntutan ekonomi, serta budaya perbandingan di media sosial membuat banyak dari mereka mengalami financial anxiety ataukecemasan berlebih terhadap kondisi keuangan.
Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa financial anxiety bukan sekadar takut kekurangan uang, melainkan ketakutan akan kegagalan hidup akibat faktor ekonomi. “Anak muda sekarang hidup dalam eksposur berlebihan terhadap pencapaian orang lain. Melihat teman seumuran sukses di usia muda bisa memicu perasaan tertinggal dan tidak cukup baik,” ujarnya kepada RRI Madiun, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Andi, tekanan ini muncul karena adanya standar sosial baru yang terbentuk secara digital. “Dulu ukuran sukses itu mapan di usia matang. Sekarang, anak muda dituntut sukses sebelum umur 30, punya bisnis, tabungan, bahkan properti. Padahal setiap orang punya waktunya masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, financial anxiety bisa berdampak serius pada kesehatan mental jika dibiarkan. “Kecemasan finansial bisa memicu stres kronis, insomnia, overthinking, dan burnout. Banyak anak muda yang akhirnya kehilangan fokus dan produktivitas karena pikiran soal uang tak pernah berhenti,” jelasnya.
Sebagai solusi, Andi menekankan pentingnya literasi finansial dan kesadaran diri. “Mulailah dengan mengenali kebutuhan dan kemampuan. Jangan terjebak dalam perbandingan sosial. Fokus pada progres, bukan hasil instan,” pesannya.
Fenomena financial anxiety menjadi cermin dinamika Gen Z di tengah era digital yang penuh tekanan. Seperti disampaikan Andi Cahyadi, “Uang bisa dicari, tapi ketenangan tidak bisa dibeli. Belajarlah menyeimbangkan keduanya agar hidup tetap sehat secara finansial dan mental.” pungkas Andi.