Cara Mengatasi Financial Anxiety Menurut Psikolog

  • 19 Okt 2025 13:45 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Fenomena financial anxiety kini banyak dialami anak muda, terutama di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi. Rasa cemas soal uang, takut gagal secara finansial, hingga perasaan tertinggal dari teman seumuran, menjadi tekanan nyata bagi generasi muda di era digital.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa financial anxiety adalah bentuk kecemasan berlebihan terhadap kondisi keuangan yang bisa berdampak pada kesehatan mental. “Banyak anak muda sekarang merasa stres bukan karena uangnya kurang, tapi karena takut tidak cukup. Itu bentuk kecemasan yang sangat umum,” ujarnya kepada RRI Madiun, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Andi, langkah pertama untuk mengatasi financial anxiety adalah menyadari batas kemampuan dan kondisi diri sendiri. “Berhenti membandingkan pencapaian finansialmu dengan orang lain. Fokus pada progresmu sendiri, sekecil apapun itu,” katanya.

Langkah kedua adalah belajar literasi finansial dasar. “Pahami cara mengatur pengeluaran, menabung, dan membuat rencana keuangan jangka pendek. Dengan punya kontrol atas uangmu, rasa cemas akan berkurang karena kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan,” tambahnya.

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat. “Kadang kita terlalu sibuk ngejar cuan sampai lupa diri. Padahal, stres yang dibiarkan bisa mengganggu produktivitas jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar anak muda tidak ragu mencari bantuan profesional jika kecemasan soal uang mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari. “Konsultasi ke psikolog bukan tanda lemah, tapi langkah sadar untuk menjaga diri,” tuturnya.

Andi menutup dengan pesan reflektif: “Uang memang penting, tapi bukan segalanya. Hidup bukan tentang seberapa cepat kamu kaya, tapi seberapa damai kamu menjalaninya.”

Rekomendasi Berita