Comparison Culture Penyebab Financial Anxiety?
- 19 Okt 2025 13:43 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Budaya membandingkan diri atau comparison culture kini menjadi fenomena yang lekat dengan kehidupan anak muda, terutama di media sosial. Di balik unggahan gaya hidup mewah dan pencapaian teman seumuran, banyak anak muda justru merasa tertinggal dan cemas secara finansial. Fenomena inilah yang kemudian dikenal sebagai financial anxiety.
Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa comparison culture adalah akar dari banyak kasus kecemasan finansial di kalangan Gen Z. “Media sosial membuat semua orang terlihat berhasil. Padahal yang ditampilkan hanya sisi terbaiknya. Akibatnya, banyak anak muda merasa kurang, gagal, atau tertinggal secara ekonomi,” ujarnya kepada RRI Madiun, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Andi, tekanan ini menciptakan standar palsu tentang sukses. “Banyak yang akhirnya bekerja bukan untuk kebutuhan, tapi untuk pembuktian. Ketika tidak bisa mengejar gaya hidup yang sama, muncullah kecemasan finansial yang terus menghantui,” katanya.
Ia menambahkan, comparison culture juga memicu perilaku konsumtif dan kelelahan mental. “Demi terlihat setara, beberapa orang rela memaksakan diri secara finansial. Padahal itu justru memperburuk kondisi psikologis dan ekonomi pribadi,” jelasnya.
Sebagai solusi, Andi menyarankan anak muda untuk mulai membatasi konsumsi konten perbandingan. “Kurangi waktu di media sosial, fokus pada tujuan dan nilai hidupmu sendiri. Ukur keberhasilan dari pertumbuhan pribadi, bukan validasi digital,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan reflektif: “Hidup bukan kompetisi, tapi perjalanan. Setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing. Lepas dari budaya perbandingan bukan berarti kalah, tapi tanda kamu sudah berdamai dengan diri sendiri.”