Investor Pemula Perlu Kendalikan Emosi saat Berinvestasi di Platform Digital
- 22 Jul 2026 18:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Kemudahan berinvestasi melalui platform digital tidak selalu menjamin keuntungan besar seperti yang kerap ditampilkan dalam berbagai iklan di media sosial. Investor, khususnya pemula, tetap dituntut memiliki literasi keuangan, kemampuan mengendalikan emosi, serta memahami risiko sebelum menanamkan modal.
Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, Mujilan, S.E., M.Sc., mengatakan perilaku investor tidak hanya dipengaruhi analisis rasional, tetapi juga faktor psikologis, emosional, dan sosial.
"Investor pemula sering kali dipengaruhi rasa takut rugi, terlalu percaya diri, hingga kecenderungan mengikuti tren tanpa analisis yang memadai. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas keputusan investasi," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Mujilan, maraknya platform investasi digital dan promosi di media sosial membuat semakin banyak masyarakat tertarik berinvestasi karena aksesnya yang mudah dan cepat. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman mengenai instrumen investasi yang dipilih.
Ia menjelaskan, investor pemula umumnya memiliki sejumlah kelemahan, seperti minimnya pengetahuan dan riset, mudah mengikuti rekomendasi orang lain, panik saat harga aset turun, serta belum memahami profil risiko pribadi.
Selain itu, masih banyak investor yang memiliki ekspektasi keliru, seperti menganggap saham populer pasti memberikan keuntungan, berharap memperoleh keuntungan instan, atau merasa mampu menentukan waktu terbaik untuk membeli dan menjual aset secara konsisten.
| Baca juga: Jadwal Pembagian Dividen Charoen Pokphand |
Mujilan menilai pengendalian emosi menjadi faktor penting dalam investasi. Rasa takut dapat mendorong investor menjual aset secara tergesa-gesa ketika pasar melemah, sedangkan keserakahan dapat membuat investor mengambil risiko berlebihan demi mengejar keuntungan tinggi.
Untuk meminimalkan risiko, ia menyarankan investor menerapkan diversifikasi portofolio dan mengenali profil risiko. Kemudian menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi, serta disiplin menjalankan rencana investasi tanpa mudah terpengaruh rumor maupun fluktuasi pasar jangka pendek.
"Investasi yang sehat bukan sekadar mengejar keuntungan cepat, tetapi membutuhkan pengetahuan, perencanaan jangka panjang, dan pengendalian diri dalam mengambil keputusan," kata Mujilan.
Ia menambahkan, peningkatan literasi pasar modal, kemampuan mengelola emosi, dan pemahaman terhadap toleransi risiko merupakan bekal utama agar investor mampu mengambil keputusan investasi secara lebih rasional di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....