Lonjakan Laba INET ditengah Ekspansi Agresif
- 31 Mar 2026 07:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menutup tahun 2025 dengan lonjakan kinerja laba rugi yang mencolok, mencerminkan fase ekspansi bisnis yang mulai berbuah hasil. Laporan keuangan konsolidasian menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengakselerasi pendapatan sekaligus menjaga struktur biaya tetap terkendali, menghasilkan pertumbuhan laba yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan neto INET tercatat sebesar Rp91,82 miliar pada 2025, melonjak hampir tiga kali lipat dari Rp30,44 miliar pada 2024. Kenaikan ini mengindikasikan ekspansi agresif di sektor layanan internet dan telekomunikasi yang mulai memberikan kontribusi nyata terhadap topline perusahaan. Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan peningkatan basis pelanggan maupun perluasan jaringan infrastruktur yang dilakukan sepanjang tahun.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp47,93 miliar dari Rp19,56 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan ini masih proporsional terhadap pertumbuhan pendapatan, sehingga laba bruto tetap meningkat tajam menjadi Rp43,89 miliar, dibandingkan Rp10,87 miliar pada 2024. Margin bruto yang melebar ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan efisiensi operasional meskipun sedang dalam fase ekspansi. Setelah memperhitungkan beban operasional, termasuk beban penjualan dan administrasi yang masing-masing tercatat Rp1,61 miliar dan Rp11,30 miliar, laba usaha INET melonjak drastis menjadi Rp30,32 miliar dari hanya Rp1,31 miliar pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi indikator penting bahwa skala bisnis yang lebih besar mulai memberikan leverage operasional yang signifikan.
Kontribusi dari pendapatan keuangan sebesar Rp1,67 miliar turut memperkuat posisi laba, meskipun diimbangi oleh beban keuangan sebesar Rp550 juta. Secara keseluruhan, laba sebelum pajak mencapai Rp31,44 miliar, meningkat tajam dari Rp1,70 miliar pada 2024. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp6,97 miliar, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp24,49 miliar, melonjak lebih dari 18 kali lipat dibandingkan Rp1,33 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan titik balik penting bagi INET, dari sebelumnya perusahaan dengan profitabilitas tipis menjadi entitas dengan kemampuan menghasilkan laba yang solid.
Dari perspektif pemegang saham, hampir seluruh laba tersebut diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dengan kontribusi kepentingan nonpengendali yang sangat kecil. Laba per saham dasar juga meningkat signifikan menjadi Rp3,10 dari hanya Rp0,18 pada 2024, menandakan peningkatan nilai ekonomi bagi investor. Secara keseluruhan, laporan laba rugi INET 2025 menggambarkan kombinasi antara pertumbuhan agresif dan efisiensi operasional yang mulai matang. Kenaikan pendapatan yang diikuti oleh ekspansi margin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya tumbuh secara ukuran, tetapi juga kualitas profitabilitasnya meningkat.
Meski demikian, keberlanjutan kinerja ini akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola biaya ekspansi dan menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat. Namun untuk saat ini, INET telah menunjukkan bahwa strategi ekspansinya tidak sekadar ambisi, melainkan mulai menghasilkan kinerja finansial yang konkret. (NK)
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....