Laba GEMS Terpangkas, Margin Tetap Kokoh

  • 04 Mar 2026 10:42 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kinerja profitabilitas PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami normalisasi tajam sepanjang 2025, mencerminkan tekanan harga komoditas dan penyesuaian struktur biaya di tengah siklus batu bara yang melandai. Meski demikian, perusahaan tetap membukukan laba bersih yang solid dan menjaga margin pada level yang relatif sehat dibandingkan banyak pelaku industri sejenis.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di laman resmi Bursa Efek Indonesia, pendapatan usaha turun menjadi US$2,41 miliar pada 2025, dari US$2,70 miliar tahun sebelumnya. Penurunan sekitar 10,8% ini terutama merefleksikan koreksi harga jual rata-rata batu bara di pasar ekspor. Namun, yang lebih mencolok adalah penyusutan laba bersih yang terpangkas hampir separuh—menjadi US$259,8 juta dari US$483,1 juta pada 2024.

Tekanan tersebut tercermin pada laba kotor yang menyusut menjadi US$771,2 juta, dibandingkan US$1,10 miliar pada tahun sebelumnya. Margin laba kotor turun dari sekitar 40,8% menjadi 31,9%. Kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai US$1,64 miliar—lebih tinggi dibandingkan US$1,60 miliar pada 2024—menggerus sebagian besar dampak penurunan pendapatan. Meski demikian, manajemen berhasil menahan laju beban operasional.

Beban penjualan dan beban umum administrasi masing-masing turun menjadi US$255,2 juta dan US$147,6 juta. Total beban usaha menyusut menjadi US$404,6 juta, dari US$464,1 juta pada tahun sebelumnya. Disiplin biaya ini membantu menjaga laba usaha tetap di level US$366,7 juta—meski turun signifikan dari US$640,5 juta pada 2024.

Dari sisi margin operasional, GEMS mencatat operating margin sekitar 15,2% pada 2025, turun dari 23,7% setahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan kombinasi tekanan harga jual dan struktur biaya produksi yang lebih berat. Namun, dibandingkan fase pra-boom komoditas, margin tersebut masih tergolong kompetitif. Laba sebelum pajak tercatat US$354,2 juta, sementara beban pajak bersih mencapai US$94,4 juta.

Pada akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$258,2 juta, dengan laba per saham dasar turun menjadi US$0,044 dari US$0,081 tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, ekuitas meningkat menjadi US$708,6 juta, dari US$661,1 juta, mencerminkan akumulasi laba tahun berjalan meskipun perusahaan sebelumnya membagikan dividen tunai besar pada 2024. Rasio utang terhadap ekuitas tetap terkendali, dengan total liabilitas turun menjadi US$488,0 juta dari US$578,4 juta.

Normalisasi laba GEMS pada 2025 menandai berakhirnya periode windfall profit akibat lonjakan harga batu bara global. Namun, kemampuan perusahaan mempertahankan margin dua digit dan memperkuat struktur permodalan menunjukkan model bisnisnya masih resilien.

Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.

Rekomendasi Berita