Selain Mendunia, “Halal Indonesia“ Diharapkan Menjadi Gaya Hidup.

  • 20 Jun 2025 22:55 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Sebuah misi dimana ekosistem halal mampu menjadi gaya hidup yang memiliki nilai- nilai baik di tengah modernitas. Selain itu, misi besar terkait “Halal Indonesia” yang semakin mendunia juga menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia, Ahmad Haikal Hasan, dalam pembukaan gelaran Indonesia International Halal Festival atau IIHF 2025 mulai hari ini, Jumat 20 Juni 2025 di Plenary Hall JICC Jakarta. "Mari kita semua support, kita dukung supaya halal Indonesia melambung ke internasional,” Ungkap Haikal saat membuka event yang digelar hingga 22 Juni 2025 mendatang, seperti mengutip pada pernyataan resmi BPJPH RI yang diterima RRI Madiun, Jumat (20/6).

“Lebih lanjut yang kami canangkan daripada halal adalah Halal Indonesia untuk masyarakat dunia, Indonesian Halal for Community of the World," jelas Babe Haikal sapaan akrbanya. Misi global terkait Halal Indonesia sendiri menurut Haikal, juga tidak terlepas dari perkembangan konsep halal yang sudah berkembang dalam agama.

Tentunya, halal telah menjadi standar setiap produk yang digunakan setiap individu secara umum, tanpa melihat apa agama, suku, ras dan lain sebagainya. “Halal is a Lifestyle” menjadi tema IIHF 2025 kali ini, dimana menurut Haikal, halal sudah menjadi gaya hidup masyarakat yang menjunjung nilai- nilai mulai dari kebersihan, kesehatan serta kepercayaan.

Indonesia sendiri juga merupakan negara dengan mayoritas besar penduduk muslim, tentu hal ini menjadikan peluang dan potensi industri halal yang masif. Potensi tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai kiblat maupun pusat halal dunia untuk target kedepannya.

Sebagai langkah guna mewujudkan peluang dan potensi tersebut, melalui IIHF 2025 inilah terdapat sejumlah kegiatan diantaranya penandatanganan kerjasama dengan 26 negara. Adapun kesepakatan tersebut meliputi 16 nota kesepakatan serta perjanjuan pengakuan bersama atau Mutual Recognition Agreement (MRA) sebanyak 11 perjanjian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....