Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun Sepi, Ini Penyebabnya

  • 30 Jan 2025 14:19 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Kondisi pasar tradisional sekarang ini, sepertinya makin sepi pengunjung. Hal tersebut, juga terjadi di wilayah Kabupaten Madiun. Dimana beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Caruban Baru yang juga merasakan jumlah pembeli kini kian menurun.

Hal tersebut disampaikan, sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi. Menurut dia, dari 20 pasar yang di 15 kecamatan sekarang ini memang cenderung sepi.

“Alasan pertama, pedagang kita sebagian besar sudah ada keliling ke kampung-kampung. Sehingga pembeli yang tidak ada hajatan besar itu malas ke pasar (tradisional),” ujar dia saat dihubungi Halo RRI Pro 1 RRI Madiun beberapa waktu lalu.

Kemudian kedua, jelas Agus, kondisi pasar perlu perbaikan. “Semakin tahun masyarakat minta pasar itu bersih, pasar enak untuk belanja, tidak becek, atap tidak ada yang bocor. Nah, kondisi itu yang saat ini sedang kami kerjakan (untuk perbaikan),” ucap dia.

Agus mengatakan, perbaikan pasar memang terus dilakukan. “Jadi dari 20 pasar yang ada sudah kami sentuh semua (untuk perbaikan), tapi karena anggaran terbatas (sehingga) belum tuntas,” ujar dia.

Agus menjelaskan beberapa kondisi pasar di Kabupaten Madiun, seperti di Pasar Caruban Baru yang juga sepi pengunjung. “Untuk Pasar Caruban Baru itu memang sudah menjadi pemikiran kita. Kami sudah study, bagaimana pembeli di pasar bisa baik kembali,” ujar dia.

Menurutnya, pernah ada wacana lantai dua Pasar Caruban Baru untuk area mainan (playground) dan food court. “Tapi struktur bangunan tidak memungkinkan untuk itu. Kedua, sarana sudah kita perbaiki, jalan searah jadi dua arah,” ujar dia.

Namun, menurut Agus, masyarakat sendiri, pemikirannya kenapa harus ke Pasar Caruban Baru kalau sudah ada pedagang sayur yang lebih dekat? “Itu pertimbangan-pertimbangan (pembeli untuk ke Pasar Caruban Baru),” ujar dia.

Selain itu, untuk menggairahkan pembeli datang ke Pasar Tradisional Caruban Baru juga diadakan berbagai acara. “Upaya lain yang kami lakukukan, adalah menjadikan tempat senam bersama, operasi pasar, kerjasama dengan pihak ketiga,” ujar dia.

Agus mengakui, memang animo masyarakat belum kena. “Kami akui juga, karena (di sekitar Pasar Caruban Baru) pusat keramaian masih kurang. Mungkin akan ramai kalau tumbuh perumahan baru,” ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....