Pemkab Gowa Tingkatkan Integrasi Layanan Primer di Puskesmas dan Posyandu

  • 10 Agt 2024 09:01 WIB
  •  Makassar

KBRN, Gowa: Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakatnya, terus ditingkatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terutama di bidang pelayanan kesehatan seperti di puskesmas, posyandu hingga Pustu (Puskesmas Pembantu).

Salah satu cara yang dilakukan yakni melalui Kick Off Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Gowa bersama Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan USAID Momentum di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, Jumat (9/8/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg Abd Haris Usman mengatakan Kick Off ILP ini merupakan sebuah upaya untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan, berdasarkan siklus hidup bagi perorangan, keluarga dan masyarakat.

"Untuk meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan primer di Indonesia, sekaligus sebagai wujud implementasi dan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer di Indonesia," ungkapnya.

Salah satu contoh dari ILP ini kata drg Haris yakni, Puskesmas yang dulunya menggunakan poli sekarang berubah menjadi klaster yang dibagi dalam 5 klaster sehingga lebih tertata dan terpantau.

"Kepala Puskesmas akan menetapkan pembagian seluruh petugas Puskesmas ke dalam klaster-klaster dan menetapkan struktur organisasi, seperti Klaster 1 adalah manajemen, klaster 2 Ibu dan Anak, Klaster 3 Usia Dewasa dan lansia, Klaster 4 Penanggulangan Penyakit Menular dan klaster 5 Lintas Klaster. Nah ini nantinya akan termonitor dengan baik dan kelihatan sehingga lebih mudah jika dilakukan pelayanan," sebutnya.

Tak hanya Puskesmas, ILP ini juga berlaku pada Posyandu dan Pustu yang nantinya akan melayani seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia sehingga masyarakat akan mendapatkan paket pelayanan secara komprehensif sesuai siklus hidup tersebut.

Menanggapi hal ini Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang melakukan Kick Off ini. Menurutnya dalam melakukan suatu integrasi maka yang dibutuhkan adalah visi dan misi harus memiliki pemahaman yang sama.

"Tidak akan mungkin ada keberhasilan di suatu integrasi tanpa hadirnya kesamaan dalam pikiran. Sebab yang ingin kita satukan ini adalah sistem, dimana nantinya pelayanan mulai tingkat paling bawah sampai keatas itu sejalan dengan visi kita yang dilakukan hari ini," katanya.

Adnan menyebut dari 26 Puskesmas yang ada di Gowa tidak harus dilakukan secara keseluruhan. Namun diharapkan 13 yang dilakukan tersebut mampu menjadi percontohan bahkan di Sulawesi Selatan.

"13 terlebih dulu dilakukan sebagai percontohan, kalau ini sudah berjalan dengan baik dan lancar dan sudah sesuai dengan harapan kita maka setelah itu barulah dilakukan secara bertahap di 26 Puskesmas di wilayah Gowa. Apalagi Kick off ini tanda dimulainya kegiatan ini dan Pemkab Gowa juga telah menganggarkan di APBD perubahan yang sebentar lagi kita tetapkan bersama DPRD Gowa," jelasnya.

13 Puskesmas yang mulai menerapkan ILP di tahun 2024 ini yakni Puskesmas Bontomarannu, Bajeng, Bontonompo 1, Samata, Pallangga, Somba Opu, Pattallassang, Manuju, Parigi, Sapaya, Bontonompo 2, Bontolempangan 1 dan Kanjilo.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....