Prakiraan Cuaca Madiun Raya 27-29 Januari 2026

  • 27 Jan 2026 19:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Masyarakat di wilayah Madiun Raya diimbau untuk tidak melonggarkan kewaspadaan hingga tutup tahun bulan Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya peningkatan cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena alam global dan regional.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris, M.Kom., mengungkapkan bahwa kondisi "La Nina Lemah" dan menguatnya "Monsun Asia" menjadi motor utama meningkatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur.

"Suhu permukaan laut di perairan Jawa Timur saat ini masih hangat, sehingga menjadi sumber uap air yang sangat baik untuk pembentukan awan hujan di wilayah kita," ujar Setiyaris dalam keterangannya terkait prospek cuaca 27-29 Januari 2026.

Berdasarkan data BMKG, berikut adalah rincian wilayah di Madiun Raya (Mataraman) yang perlu diwaspadai:

  • 27 Januari: Waspada untuk Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, dan Ponorogo. Wilayah Magetan dan Ngawi berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
  • 28 Januari: Hujan sedang hingga lebat membayangi Madiun, Ngawi, dan Pacitan. Sementara Magetan dan Ponorogo diprediksi mengalami hujan sangat lebat.
  • 29 Januari: Peringatan waspada hujan sedang hingga lebat berlanjut untuk wilayah Magetan, Pacitan, dan Ponorogo.

Terkait fenomena angin kencang yang sempat meresahkan warga beberapa hari lalu, Setiyaris menjelaskan bahwa Bibit Siklon 91S yang menjadi penyebabnya kini telah menjauh dan dinyatakan punah.

"Kondisi angin sekarang berangsur mulai normal. Namun, masyarakat perlu tahu bahwa belum sepenuhnya normal karena adanya tekanan rendah (low pressure) di Teluk Carpentaria," tambahnya.

Efek tidak langsung dari tekanan rendah tersebut masih memicu peningkatan kecepatan angin, terutama di wilayah Jawa Timur bagian selatan. 

Hal ini berdampak langsung pada kondisi gelombang laut di pesisir selatan yang terpantau masih cukup tinggi. Masyarakat dan nelayan diminta tetap memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. (Shabrina)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....