Minim Modal, TOP Laundry Sukses Berbisnis
- 05 Feb 2026 15:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Keterbatasan modal tidak menjadi penghalang bagi TOP Laundry and Cleaning untuk tumbuh sebagai usaha jasa laundry di Kota Madiun. Usaha yang dirintis oleh Mohammad Taufikur Rokhman sejak tahun 2019 ini justru berkembang melalui proses belajar langsung di lapangan dan pengelolaan usaha secara bertahap. Taufik mengungkapkan bahwa ia memulai bisnis laundry dengan peralatan yang sangat sederhana.
“Awal buka saya hanya pakai satu mesin cuci rumah tangga, setrika biasa, dan tanpa mesin pengering, jadi benar-benar menyesuaikan dengan modal yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama di fase awal bukanlah kelengkapan alat, melainkan kemauan untuk belajar dan memperbaiki kesalahan. Ia mengaku banyak melakukan trial and error dalam menangani cucian pelanggan, terutama untuk barang-barang yang membutuhkan perlakuan khusus. Proses belajar tersebut dilakukan secara mandiri, mulai dari pengalaman langsung hingga mencari referensi melalui internet dan video daring.
“Kalau salah ya saya evaluasi, belajar lagi, karena tidak ada yang langsung bisa tanpa praktik,” kata Taufik.
Seiring bertambahnya pengalaman, TOP Laundry and Cleaning mulai memperluas layanan ke laundry satuan seperti karpet, sofa, dan spring bed. Pengembangan layanan dilakukan setelah Taufik merasa cukup memahami teknik pencucian dan manajemen risiko kerusakan barang. Ia menegaskan bahwa kualitas hasil cucian dan keamanan barang menjadi prioritas utama dalam pengembangan usaha.
“Saya tidak berani langsung ambil banyak layanan kalau belum paham betul, karena kepercayaan pelanggan itu yang paling mahal,” jelasnya.
Taufik menilai bisnis laundry relatif dapat dimulai dengan modal terbatas, bahkan di kisaran Rp7 juta, asalkan pengusaha mampu mengatur skala usaha. Namun untuk hasil yang lebih profesional, investasi tambahan tetap diperlukan secara bertahap sesuai kemampuan. Prinsip tersebut diterapkan agar usaha tetap sehat dan tidak terbebani utang.
“Modal kecil bukan alasan untuk berhenti, yang penting tahu batas kemampuan dan tidak memaksakan diri,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, TOP Laundry and Cleaning juga menghadapi tantangan besar saat pandemi COVID-19. Meski omzet menurun tajam, usaha tetap berjalan dan karyawan tetap dipertahankan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha dan tenaga kerja.
“Waktu itu saya memilih bertahan dan fokus menjaga operasional, meskipun keuntungan hampir tidak ada,” kata Taufik.
Kini, TOP Laundry and Cleaning terus berkembang dengan dua cabang dan layanan yang semakin beragam. Taufik berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi calon wirausaha muda untuk berani memulai usaha meski dengan keterbatasan modal.
“Bisnis itu bukan soal siapa yang paling besar modalnya, tapi siapa yang paling mau belajar dan konsisten,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....