Langkah ANJT Menangani Partenokarpi di Kelapa Sawit
- 12 Nov 2025 10:19 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) mengambil langkah-langkah operasional yang terukur untuk mengatasi masalah partenokarpi pada tanaman kelapa sawit, sebuah isu teknis yang dapat menghambat produktivitas. Partenokarpi, yang terjadi akibat proses penyerbukan yang tidak sempurna, memerlukan intervensi agronomis yang cermat untuk memitigasi dampaknya.
Baca juga: Rugi Menyempit, GoTo Tunjukkan Efisiensi Operasional
Dikutip dari materi public exposenya, untuk memastikan penyerbukan berjalan optimal dan meminimalisir kejadian partenokarpi, ANJT menerapkan dua strategi utama di lapangan:
- Optimalisasi Serangga Penyerbuk: Perusahaan berupaya memastikan populasi serangga penyerbuk tetap optimal melalui program Hatch and Carry. Program ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan jumlah serangga penyerbuk alami di perkebunan.
- Penyerbukan Buatan (Assisted Pollination): Selain memanfaatkan serangga, ANJT juga melakukan penyerbukan buatan (assisted pollination) di area-area tertentu yang memerlukan bantuan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin terjadinya pembuahan meskipun kondisi penyerbukan alami kurang ideal.
Manajemen ANJT menyatakan optimisme bahwa langkah-langkah ini dapat mengurangi dampak partenokarpi, meskipun diakui bahwa masalah tersebut tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.
Baca juga: Laba Emiten Tambang Lo Kheng Hong Anjlok 62%
Selain isu partenokarpi, pada poin yang sama, ANJT juga menjelaskan mengenai realisasi Capital Expenditure (CAPEX). Angka 28,6% yang tercatat bukanlah realisasi rendah, melainkan CAPEX tahun 2025 yang direncanakan pada akhir 2024, sebelum pengambilalihan oleh First Resources Limited.
Setelah akuisisi mayoritas saham, alokasi CAPEX tersebut dikaji ulang untuk disesuaikan dengan prioritas baru Perusahaan. Fokus alokasi kini diarahkan pada core business, infrastruktur, dan peralatan operasional. Angka penyerapan 28,6% tersebut mencerminkan penyerapan yang terukur dan selektif, bukan rendahnya realisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....