Laba Emiten Tambang Lo Kheng Hong Anjlok 62%
- 04 Nov 2025 10:31 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : PT ABM Investama Tbk (ABMM) Tbk. mencatat penurunan signifikan pada kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan, laba bersih perseroan turun menjadi US$42,21 juta, merosot hampir 62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$111,92 juta.
Pendapatan ABMM juga mengalami penurunan tajam sebesar 12,5%, dari US$893,52 juta pada September 2024 menjadi US$781,65 juta pada September 2025. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya harga batu bara global dan menurunnya volume penjualan dari anak usaha tambang.
Meskipun demikian, perseroan masih membukukan laba bruto US$61,30 juta, meski turun hampir setengah dari US$124,33 juta pada tahun lalu. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$42,34 juta, menekan margin operasi, sementara beban keuangan tetap tinggi di US$56,77 juta meski lebih rendah dari tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset ABMM sedikit menurun menjadi US$2,08 miliar dari US$2,10 miliar di akhir 2024. Liabilitas berkurang menjadi US$1,21 miliar, sementara ekuitas naik tipis ke US$865,23 juta. Kas dan setara kas naik menjadi US$180,37 juta, menunjukkan likuiditas yang relatif terjaga meski tekanan pendapatan meningkat.
Arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$165,18 juta, menurun dari US$196,52 juta tahun sebelumnya, seiring dengan penurunan penerimaan dari pelanggan dan meningkatnya pembayaran kepada pemasok.
ABM Investama, yang beroperasi di sektor energi dan pertambangan batu bara, melalui anak usahanya seperti PT Cipta Kridatama dan PT Reswara Minergi Hartama, juga melanjutkan ekspansi ke sektor energi terbarukan lewat PT Nagata Dinamika Hidro Pongko dan entitas terkait lainnya.
Dengan tekanan pada pendapatan dan laba bersih, fokus perseroan dalam waktu dekat kemungkinan akan bergeser ke efisiensi operasional dan diversifikasi bisnis energi non-batu bara sebagai strategi menjaga profitabilitas jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....