Sensasi Dingin, Manfaat Besar: Mengapa Anak Perlu Bereksplorasi dengan Es?
- 21 Sep 2026 10:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Bermain merupakan bagian penting dalam kehidupan anak. Tidak hanya menjadi kegiatan untuk bersenang-senang, bermain juga menjadi salah satu cara anak belajar mengenal dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Berbagai pengalaman bermain dapat memberikan stimulasi bagi perkembangan motorik, sensorik, kognitif, sosial, dan emosional anak.
Salah satu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda adalah bermain dengan es atau salju. Anak dapat menyentuh, memegang, memindahkan, membentuk, dan mengamati es. Aktivitas sederhana tersebut memberikan rangsangan melalui indera sekaligus membuka kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi.
Menurut Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), bermain merupakan proses belajar bagi anak, terutama pada usia balita. Bermain bukan hanya kegiatan rekreasi, tetapi juga membantu perkembangan anak. Oleh karena itu, jenis permainan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.
Bermain dengan es dapat menjadi salah satu bentuk permainan sensorik. Anak dapat merasakan tekstur dan suhu dingin dari es, melihat bentuk serta warnanya, dan mengamati perubahan yang terjadi ketika es mulai mencair. Menurut Kementerian Kesehatan, permainan sensorik merupakan bagian penting dalam perkembangan anak karena melibatkan berbagai indera. Melalui bermain, anak dapat memperoleh keterampilan motorik sekaligus pengalaman yang mendukung perkembangan fisik dan mentalnya. Pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajak anak berbicara. Misalnya, orang tua dapat bertanya, “Bagaimana rasanya ketika memegang es? Atau Mengapa es bisa berubah menjadi air? Pertanyaan sederhana seperti ini dapat mendorong anak untuk mengamati dan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.
Ketika anak mengambil, menggenggam, menyusun, atau memindahkan es, mereka menggunakan koordinasi antara mata dan tangan. Aktivitas tersebut dapat memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik halus. Jika kegiatan dilakukan sambil bergerak, misalnya berjalan atau bermain di lingkungan bersalju, anak juga dapat melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Namun, kondisi permukaan yang licin harus menjadi perhatian utama orang tua untuk mencegah anak terjatuh.
Es memiliki karakteristik yang berbeda dari benda yang biasa ditemui anak. Es terasa dingin, keras ketika membeku, kemudian berubah menjadi air ketika mencair. Perubahan tersebut dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik. Orang tua dapat memanfaatkan kegiatan bermain untuk mengenalkan konsep sains sederhana. Anak dapat diajak mengamati apa yang terjadi ketika es diletakkan di tempat yang hangat atau ketika es terkena sinar matahari. Dengan demikian, bermain tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengamati, mencoba, bertanya, dan menemukan sesuatu secara langsung.
Jika bermain dilakukan bersama orang tua, saudara, atau teman, anak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Mereka dapat belajar berbagi alat permainan, menunggu giliran, mengikuti aturan sederhana, serta bekerja sama dalam membuat suatu bentuk. Kegiatan bermain bersama juga dapat memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Kehadiran orang tua selama anak bereksplorasi memberikan rasa aman sekaligus menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi secara positif. Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa kebutuhan stimulasi, latihan, dan bermain merupakan salah satu kebutuhan dasar yang mendukung tumbuh kembang anak.
Meskipun bermain di es dapat memberikan pengalaman yang menarik, keselamatan anak tetap harus menjadi prioritas. Orang tua perlu memastikan anak menggunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi lingkungan, terutama jika bermain di tempat dengan suhu sangat rendah.
Anak juga perlu diawasi agar tidak terlalu lama berada di lingkungan dingin. Jika bermain di permukaan yang licin, orang tua harus memastikan area tersebut aman dan anak menggunakan alas kaki yang sesuai. Untuk anak yang bermain dengan es batu di rumah, es juga harus digunakan dengan pengawasan agar anak tidak memasukkannya ke dalam mulut atau melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan risiko tersedak maupun cedera.
Bermain di es pada dasarnya bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Jika dilakukan dengan aman dan sesuai usia, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman belajar yang melibatkan berbagai indera anak. Seperti yang ditekankan oleh ahli tumbuh kembang anak, bermain merupakan bagian dari proses belajar dan stimulasi perkembangan anak. Karena itu, orang tua tidak perlu selalu menyediakan permainan yang mahal atau rumit. Pengalaman sederhana yang memungkinkan anak menyentuh, bergerak, mengamati, bertanya, dan bereksplorasi juga dapat menjadi bagian dari stimulasi tumbuh kembang. Dengan pendampingan yang tepat, bermain dengan es dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi anak. Yang terpenting bukan hanya jenis permainannya, tetapi bagaimana orang tua menciptakan lingkungan bermain yang aman, sesuai usia, menyenangkan, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....