Si Merah Kaya Manfaat: Mengungkap Khasiat Buah Bit bagi Kesehatan
- 21 Sep 2026 09:22 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Bah bit (Beta vulgaris L) merupakan salah satu bahan pangan berwarna merah keunguan yang memiliki berbagai kandungan gizi. Meskipun belum sepopuler buah lainnya, bit memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Salah satu manfaat yang banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada penderita anemia. Menurut Saula dkk. dalam artikel yang diterbitkan di Health Science Growth (HSG) Journal, Universitas Singaperbangsa Karawang, buah bit mengandung berbagai zat gizi, antara lain zat besi, vitamin C, asam amino, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin B1, serta betasianin yang berperan sebagai antioksidan.
Buah bit memiliki warna merah keunguan yang berasal dari kelompok pigmen betalain, terutama betasianin dan betaxanthin. Selain memberikan warna alami, senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan.
Buah bit mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk zat besi dan vitamin C. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan buah bit banyak diteliti sebagai bahan pangan yang bermanfaat kesehatan darah.
Selain zat besi dan vitamin C, bit juga mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, seng, tembaga, mangan, dan selenium. Buah ini juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga seseorang dapat mengalami keluhan seperti mudah lelah dan lemas.
Dalam artikel Saula dkk., beberapa penelitian yang ditinjau menggunakan metode quasi experiment untuk melihat efektivitas konsumsi buah bit terhadap anemia. Hasil penelitian-penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kadar hemoglobin, hematokrit, jumlah eritrosit, dan indeks eritrosit setelah konsumsi buah bit pada kelompok yang diteliti.
Kandungan zat besi dalam buah bit menjadi salah satu unsur yang berkaitan dengan pembentukan hemoglobin. Sementara itu, vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan.
Karena itu, buah bit dapat menjadi salah satu pilihan pangan yang mendukung pemenuhan zat gizi yang berkaitan dengan kesehatan darah. Namun, buah bit sebaiknya dipandang sebagai salah satu pilihan makanan, bukan sebagai pengganti terapi medis.
Seseorang yang mengalami anemia perlu mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya. Selain potensinya terhadap anemia, buah bit juga memiliki kandungan senyawa yang berperan sebagai antioksidan.
Betasianin merupakan salah satu pigmen utama yang memberikan warna merah keunguan pada bit. Antioksidan berfungsi membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh.
Dalam artikel UNSIKA, betasianin disebut sebagai salah satu kandungan buah bit yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan antioksidan tersebut menjadi salah satu alasan buah bit menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional.
Pemanfaatannya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti jus, campuran makanan, maupun produk olahan lainnya. Buah bit memiliki potensi untuk menjadi salah satu bahan pangan yang mendukung pola makan sehat karena mengandung berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif.
Warnanya yang menarik juga membuat bit dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada makanan. Selain itu, buah bit dapat dikombinasikan dengan bahan pangan lain yang kaya zat besi dan vitamin untuk menghasilkan makanan dengan kandungan gizi yang lebih beragam. Konsumsi buah bit tetap perlu disertai pola makan seimbang agar kebutuhan gizi tubuh dapat terpenuhi secara keseluruhan. (UU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....