SDN 01 Pandean Temukan Bakat Teater Siswa lewat Keberanian dan Latihan
- 18 Sep 2026 03:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Keberhasilan SDN 01 Pandean Kota Madiun meraih juara pertama Teater Kreativitas Anak Kota Madiun tidak diperoleh secara instan. Di balik pementasan cerita rakyat “Baru Klinting”, terdapat strategi sekolah dalam menemukan potensi siswa dan membangun kepercayaan diri mereka.
Kepala SDN 01 Pandean, Teky Dwi Ana Sari, mengatakan teater merupakan kegiatan yang relatif baru di sekolahnya. Karena itu, pihak sekolah tidak langsung mencari siswa berdasarkan kemampuan akademik atau pengalaman seni, melainkan memulai penjaringan dari keberanian.
Teky berkoordinasi dengan para wali kelas untuk mengusulkan siswa berusia 7 hingga 12 tahun yang dinilai memiliki keberanian untuk tampil. Para siswa kemudian dikumpulkan dan diajak berinteraksi sebelum diberikan teks untuk mencoba berbagai karakter.
“Bukan yang pintar, keberanian dulu. Karena menciptakan percaya diri itu lumayan susah,” ujar Teky, kemarin.
Dari proses tersebut, sekolah menemukan 19 siswa yang kemudian tergabung dalam tim teater. Masing-masing mendapatkan peran berbeda, mulai dari pemeran utama, pemeran pendukung, hingga bagian musik.
Untuk mempersiapkan pementasan, sekolah menggandeng pelatih dari sanggar karena teater dinilai membutuhkan kemampuan yang kompleks. Selain latihan bersama pelatih, pembinaan juga dilakukan oleh guru sekolah.
Menurut Teky, pendekatan kepada anak menjadi bagian penting dalam proses latihan. Anak tidak langsung diberikan tekanan untuk menjadi juara, tetapi terlebih dahulu dibuat merasa senang dan nyaman mengikuti kegiatan.
“Motivasi dulu. Anak itu jangan diberikan penekanan. Dibuat suka dulu, senang dulu,” katanya.
Strategi tersebut kemudian diperkuat melalui budaya tampil di lingkungan sekolah. Sebelum mengikuti lomba, siswa dibiasakan tampil di hadapan teman-temannya melalui kegiatan sekolah.
Cara itu dinilai membantu siswa membangun keberanian sebelum tampil di panggung perlombaan. Teky menyebut keberanian tampil penting karena teater tidak hanya mengasah kemampuan seni, tetapi juga interaksi sosial.
Dalam satu pementasan, siswa harus bekerja sama, memahami peran masing-masing, dan menjaga kekompakan. Hal tersebut terlihat selama persiapan lomba.
Ketika guru belum hadir, sejumlah siswa bahkan berinisiatif berlatih sendiri dan merekam latihan mereka untuk dikirimkan ke grup.
“Kalau memang satu enggak datang, sudah saling mengingatkan. Dibentuk satu grup,” tutur Teky.
Selain mengembangkan bakat seni, kegiatan tersebut juga menjadi upaya sekolah menjaga interaksi langsung antarsiswa di tengah penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui teater, siswa didorong untuk berinteraksi, bekerja sama, bertoleransi, sekaligus berani tampil di depan orang lain.
Teky menilai capaian juara pertama merupakan bonus dari proses tersebut. Sejak awal, sekolah lebih menekankan agar siswa memberikan penampilan terbaik.
Hasilnya, 19 siswa SDN 01 Pandean berhasil membawa pulang gelar juara pertama Teater Kreativitas Anak Kota Madiun melalui pementasan “Baru Klinting”, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan bakat dapat dimulai dari keberanian untuk tampil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....