Jambu Biji Biasa vs Jambu Biji Merah: Mana yang Lebih Kaya Manfaat?
- 31 Agt 2026 14:15 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Jambu biji (Psidium guajava) merupakan buah tropis yang mudah ditemukan dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Di Indonesia, jambu biji umumnya dikenal dalam dua jenis yang cukup populer, yaitu jambu biji berdaging putih atau yang sering disebut jambu biji biasa dan jambu biji berdaging merah.
Keduanya sama-sama kaya akan vitamin, serat, dan senyawa antioksidan, tetapi memiliki perbedaan dalam kandungan senyawa bioaktif dan pigmen alaminya. Jambu biji berdaging putih memiliki rasa yang manis dan segar serta dikenal sebagai sumber vitamin C dan serat.
Kandungan seratnya dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan, sementara vitamin C berperan dalam mendukung fungsi sistem imun dan pembentukan kolagen. Selain itu, jambu biji putih juga mengandung berbagai senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
Penelitian menunjukkan bahwa jambu biji berdaging putih tetap merupakan sumber senyawa antioksidan yang baik, sehingga warna daging buah yang lebih pucat tidak berarti kandungan gizinya rendah. Sementara itu, jambu biji merah memiliki keunggulan pada kandungan pigmen alami yang memberikan warna merah pada daging buah.
Salah satu senyawa yang banyak ditemukan pada jambu biji berdaging merah adalah likopen, yaitu kelompok karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian mengenai berbagai varietas jambu biji menunjukkan bahwa likopen terdeteksi terutama pada jambu biji berdaging merah, sedangkan pada beberapa varietas berdaging putih kandungannya tidak terdeteksi.
Selain likopen, jambu biji merah juga dapat mengandung β-karoten, flavonoid, dan senyawa fenolik. Kandungan tersebut membuat jambu biji merah menarik sebagai salah satu sumber senyawa antioksidan dalam makanan sehari-hari.
Perbedaan kandungan antara jambu biji putih dan jambu biji merah juga telah diteliti di Indonesia. Sebuah kajian dari Universitas Garut menunjukkan bahwa jambu biji putih dan merah sama-sama memiliki potensi sebagai antioksidan karena mengandung senyawa seperti vitamin C, karotenoid, polifenol, dan flavonoid, meskipun aktivitas antioksidannya dapat berbeda bergantung pada jenis buah dan metode ekstraksi yang digunakan.
Namun, bukan berarti jambu biji merah selalu lebih unggul dalam semua aspek. Kandungan vitamin dan senyawa bioaktif dapat berbeda berdasarkan varietas, tingkat kematangan, kondisi budidaya, dan penyimpanan buah.
Bahkan, penelitian terbaru terhadap beberapa kultivar menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar dalam kandungan vitamin C, polifenol, likopen, dan aktivitas antioksidan antarkultivar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....