Konsisten Menari, Zakia Raih Juara Pekan Kreativitas Anak
- 14 Agt 2026 07:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Konsistensi menekuni seni tari sejak usia dini mengantarkan Zakia Askabea, siswi SMP Negeri 13 Kota Madiun, meraih Juara Harapan 3 Lomba Tari Kreasi dalam Pekan Kreativitas Anak Tingkat Kota Madiun 2026. Siswi kelas 9 tersebut telah mengenal dunia tari sejak duduk di taman kanak-kanak. Hingga kini, Zakia tetap konsisten berlatih dan mengikuti berbagai pertunjukan maupun perlombaan tari.
“Dari kecil, dari TK,” ujar Zakia saat siaran Obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
Ketertarikannya terhadap tari bermula dari sang ibu yang melihat bakat Zakia. Ia kemudian ditawari untuk mengikuti les tari dan sejak saat itu terus menekuni dunia tari.
Zakia sempat berpindah sanggar setelah sanggar sebelumnya berhenti beroperasi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti menari. Saat ini, ia mengikuti latihan di sanggar Sang Penari.
Dalam satu bulan, Zakia bahkan dapat mengikuti sejumlah kegiatan atau event tari. Ia aktif mencari informasi perlombaan melalui media sosial dan berusaha mengikuti berbagai kesempatan yang tersedia.
Namun, aktivitas tersebut tetap disesuaikan dengan pendidikan. Zakia mengatakan sekolah tetap menjadi prioritas sehingga beberapa event terkadang tidak dapat diikutinya karena berbenturan dengan jadwal belajar atau les.
Pada Pekan Kreativitas Anak Tingkat Kota Madiun, Zakia mewakili SMP Negeri 13 Kota Madiun. Ia terpilih setelah melalui proses seleksi yang dilakukan pelatih ekstrakurikuler dan guru pembina.
Dalam perlombaan tersebut, Zakia tampil bersama tujuh penari lainnya atau dalam kelompok yang berjumlah delapan orang. Mereka membawakan tari kreasi dengan persiapan sekitar satu setengah bulan.
Latihan dilakukan dua kali dalam seminggu. Ketika mendekati hari perlombaan, intensitas latihan ditingkatkan hingga setiap hari. Menurut Zakia, tantangan terbesar dalam tari kelompok adalah menyamakan gerakan dan menghafalkan pola lantai.
“Menyamakan gerakan sih paling susah. Terus menghafalkan pola lantai,” ungkapnya.
Untuk menguasai sebuah tarian, Zakia biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan latihan intensif. Ia terlebih dahulu menyesuaikan gerakan dengan musik, menghitung ketukan, kemudian menghafalkan rangkaian gerakan.
Selain tari kelompok, Zakia lebih sering tampil dalam kategori tari tunggal karena menurutnya lebih mudah mengontrol gerakan dibandingkan harus menyamakan gerakan dengan banyak penari lainnya. Zakia mengaku salah satu alasan dirinya tetap bertahan di dunia tari adalah karena kegiatan tersebut membuatnya dapat bertemu dan mengenal banyak orang.
Ke depan, Zakia memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di sekolah seni, termasuk Sekolah Menengah Karawitan Indonesia atau SMKI. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuan tari sekaligus mengikuti lebih banyak event dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....