Tujuh Kali Rekaman Pemacu Semangat Raih Juara FLS3N
- 10 Jun 2026 22:24 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Di balik raihan Juara 2 Musik Tradisi FLS3N Tingkat Kota Madiun 2026, tersimpan cerita perjuangan lima siswa SMPN 9 Madiun. Mereka yang tergabung dalam kelompok musik tradisi Sarinawa Laras dari SMPN 9 Madiun, harus menjalani latihan intensif hingga mengulang proses rekaman sebanyak tujuh kali demi mendapatkan hasil terbaik.
Salah satu anggota tim, Celi, mengungkapkan masa paling berkesan adalah menjelang rekaman final. Selama sepekan penuh, seluruh anggota tim berlatih tanpa henti untuk menyempurnakan penampilan.
“Menjelang rekaman kami latihan terus selama satu minggu penuh. Capek, tapi juga senang karena akhirnya bisa mendapat juara dua,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, setiap anggota tidak hanya memainkan satu alat musik. Mereka harus berpindah dari satu instrumen ke instrumen lain tanpa jeda sambil menjaga kekompakan kelompok. Civa misalnya, memainkan demung, slenthem, dan kentongan dalam satu penampilan. Ia mengaku sempat mengalami kesalahan saat latihan karena harus mengingat banyak perpindahan instrumen.
“Pernah lupa harus pindah ke alat yang mana. Tapi karena latihan empat sampai lima kali seminggu, akhirnya bisa lebih terbiasa,” katanya.
Tantangan lain muncul saat proses perekaman video lomba. Menurut Civa, tim harus melakukan pengambilan gambar hingga sekitar tujuh kali karena masih ada kesalahan teknis dan kurang kompaknya permainan.
“Ada yang salah, terus harus mengulang lagi. Kadang juga karena belum kompak, jadi diulang sampai hasilnya benar-benar bagus,” ujarnya.
Pembina tim, Septian, mengatakan menjaga motivasi siswa menjadi tantangan tersendiri. Selain harus mengatur jadwal latihan yang padat, ia juga perlu membangun semangat dan kedisiplinan para peserta.
“Yang paling sering itu masalah jam karet dan bercanda saat latihan. Tapi anak-anak ini sebenarnya kompak dan punya semangat tinggi,” katanya.
Untuk membantu persiapan mental, sekolah melibatkan alumni dan peserta FLS3N tahun sebelumnya yang pernah meraih prestasi. Kehadiran mereka menjadi sumber motivasi bagi anggota tim yang baru pertama mengikuti lomba.
Bagi Civa, kemenangan ini bukan sekadar soal piala. Ia merasa mendapatkan pengalaman dan kemampuan baru karena belajar memainkan instrumen yang sebelumnya belum pernah dikuasai.
“Saya jadi belajar alat musik lain seperti slenthem dan kentongan. Jadi skill saya bertambah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....