Ayo Tahajud, Raih Kedekatan dengan Allah SWT

  • 06 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Program Dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun edisi Kamis, 6 Agustus 2026 mengangkat tema "Ayo Tahajud" dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag. Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa salat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Prof. Dr. KH. M. Sutoyo menjelaskan, tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai spiritual yang tinggi. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 79:

"Dan pada sebagian malam, bertahajudlah engkau (Muhammad) sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79).

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

"Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim).

Ustaz Sutoyo menyampaikan, Tahajud merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang dianjurkan adalah memohon ampunan, keberkahan hidup, kesehatan, kemudahan rezeki, keteguhan iman, serta memohon agar segala hajat yang baik dikabulkan Allah SWT.

"Waktu malam menjadi saat yang istimewa karena Allah SWT membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh," katanya.

Keutamaan waktu tahajud juga dijelaskan berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir seraya berfirman:

"Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, waktu paling utama melaksanakan salat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yakni menjelang waktu Subuh. Meski demikian, tahajud tetap dapat dikerjakan setelah bangun tidur pada malam hari hingga masuk waktu Subuh.

Ustaz Sutoyo juga menyoroti kendala yang sering dialami umat Islam dalam melaksanakan tahajud, yaitu sulit bangun pada malam hari. Menurutnya, hambatan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan tidur lebih awal, mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat pada malam hari, memasang alarm, serta menanamkan niat yang kuat untuk beribadah.

Konsistensi, meskipun dimulai dengan dua rakaat, akan lebih baik daripada semangat yang hanya sesaat. Sesi terakhir dialog, Ustaz Sutoyo mengajak masyarakat untuk menjadikan salat tahajud sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tahajud bukan hanya menjadi sarana memohon kebutuhan dunia, tetapi juga jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati, memperkuat keimanan, dan meraih ketenangan hidup. Ia berpesan agar umat Islam tidak menunda memulai ibadah tahajud karena setiap langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah akan membawa keberkahan dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....