Qiyamul Lail: Menggapai Kemuliaan pada Sepertiga Malam Terakhir

  • 29 Apr 2026 16:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Menghidupkan malam dengan beribadah, atau Qiyamul Lail, tentu bukan sekedar rutinitas semata. Ustaz Shofaar, S.Pd.I., S.M., memaparkan dalam kajian pagi di Mutiara Pagi RRI Madiun, 25 April 2026, bahwa ada banyak kemuliaan dalam menghidupkan ibadah malam yang sekaligus merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Upayakan jangan sampai terlewatkan malam-malam itu melainkan diisi dengan kemuliaan diantaranya salat malam, walaupun dua rakaat. Mengapa? ," kata Shofar. Bahwa Janji Allah SWT dalam Surat Al-Isra ayat 79 :

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

wa minal-laili fa taḫajjad bihî nâfilatal laka ‘asâ ay yab‘atsaka rabbuka maqâmam maḫmûdâ

Artinya: Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

Ayat tersebut juga menegaskan bahwa Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang pada sepertiga malam, dan ketika hamba-Nya menjalankan ibadah malam. Selain itu, dari ayat tersebut juga Ustaz Shofar menyampaikan bahwa diriwayatkan dalam sebuah Hadits oleh Hasan bin Ali radhiallahu 'anhuma, mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW sangat peduli terhadap ibadah malam keluarganya.

“Rasulullah sering mengetuk pintu rumah putrinya, Fatimah az-Zahra dan menantunya, hanya untuk menanyakan apakah mereka sudah melaksanakan salat malam. Hal ini menunjukkan bahwa Qiyamul Lail adalah ibadah yang sangat mulia sehingga Nabi sangat menganjurkan keluarganya untuk tidak melewatkannya,” ucap Shofar.

Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya untuk tidak melewatkan kemuliaan malam. Meski hanya dua rakaat, salat Tahajud tentu sebagai benteng utama bagi seorang mukmin.

Kedisiplinan dalam bangun malam juga merupakan ujian kesungguhan yang akan berdampak langsung pada kualitas ibadah lainnya.

Ustaz Shofar juga mengingatkan untuk jangan menjadikan takdir Allah sebagai alasan untuk tidak melakukan ibadah. “Nabi mengajarkan kita untuk berupaya sekuat tenaga terlebih dahulu. Jangan sampai kita beralasan 'belum dipanggil' padahal kita memiliki kemampuan fisik dan materi," tegasnya.

Kemudian apabila umat Islam mampu menjaga istikamah dalam salat malam, maka secara otomatis kualitas salat wajib lima waktunya juga akan semakin meningkat. Salat tidak lagi sekadar menjadi penggugur kewajiban atau rutinitas formalitas, melainkan menjadi sebuah kenikmatan dalam setiap gerakannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....