Pentingnya Ikhlas dalam Beramal, Cinta kepada Allah Dibuktikan dengan Ketaatan

  • 05 Agt 2026 23:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Cinta kepada Allah SWT tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui ketaatan menjalankan segala perintah-Nya. Hal tersebut disampaikan Dra. Muftiati Sholikah, M.Pd., yang menegaskan bahwa keimanan seseorang akan tercermin dari kesungguhannya dalam mengamalkan ajaran Islam dengan penuh keikhlasan.

Menurut Muftiati, Al-Qur'an telah memberikan pedoman yang jelas mengenai hubungan antara cinta kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 31, "Qul in kuntum tuhibbunallaha fattabi'uni yuhbibkumullahu wayaghfir lakum dzunubakum. Wallahu ghafurur rahim," yang berarti, "Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

"Kalau seseorang benar-benar mencintai Allah, maka wujud cintanya adalah melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Ayat ini menjadi penegasan bahwa cinta kepada Allah harus diwujudkan dalam bentuk amal dan ketaatan," ujar Muftiati.

Ia menjelaskan, sebagaimana seseorang yang sedang jatuh cinta rela melakukan berbagai hal demi orang yang dicintainya, demikian pula seorang muslim semestinya memiliki semangat untuk menjalankan setiap perintah Allah tanpa merasa terbebani.

Menurutnya, banyak amalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan penuh keikhlasan. Amalan-amalan tersebut menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk mengumpulkan pahala sekaligus meraih ridha dan surga Allah SWT.

Muftiati mengingatkan bahwa keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal. Tanpa keikhlasan, amal yang dilakukan dapat kehilangan nilai ibadahnya. Karena itu, setiap muslim hendaknya terus meluruskan niat dalam beribadah agar setiap perbuatan yang dilakukan benar-benar menjadi bentuk penghambaan kepada Allah.

Ia berharap umat Islam tidak hanya memahami makna cinta kepada Allah secara lisan, tetapi juga mampu membuktikannya melalui kepatuhan, ketulusan, dan konsistensi dalam menjalankan ajaran agama. Dengan demikian, setiap amal yang dilakukan dapat menjadi jalan untuk memperoleh ampunan, rahmat, serta kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....