Guru Berperan Penting Hilangkan Stereotip Gender di Lingkungan Sekolah

  • 04 Agt 2026 10:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Guru memiliki peran strategis dalam mewujudkan budaya sekolah yang inklusif dan bebas dari stereotip gender. Selain bertugas mengajar, guru juga menjadi pendidik, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik dalam menghargai keberagaman.

Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling UKWMS kampus Madiun, Dra. Fransisca Mudjijanti, M.M., mengatakan masih terdapat pola pikir yang membatasi peserta didik berdasarkan gender. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang menghapus berbagai bentuk diskriminasi dan menghadirkan kesetaraan bagi seluruh siswa.

"Masih ada pola pikir yang membatasi peserta didik. Oleh karena itu, sekolah seharusnya menjadi tempat yang menghapus itu semua. Itulah konsep pengarusutamaan kesetaraan gender di sekolah," ujarnya.

Menurut Fransisca, guru memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru juga berperan sebagai agen perubahan yang mampu membangun budaya kelas yang menghargai keberagaman serta menghilangkan stereotip gender.

Ia menjelaskan, penerapan kesetaraan gender dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam proses pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan bahasa dan contoh-contoh yang tidak mengandung bias gender.

Fransisca mencontohkan, masih banyak materi pembelajaran yang menggambarkan peran laki-laki dan perempuan secara stereotip. Misalnya kalimat,

"Bapak pergi ke kantor, Ibu memasak di dapur," yang telah lama digunakan dalam buku pelajaran. Contoh lain adalah penggambaran profesi yang identik dengan jenis kelamin tertentu, seperti dokter atau ilmuwan selalu diperankan laki-laki, sedangkan perempuan lebih sering digambarkan sebagai perawat atau guru.

"Guru hendaknya menggunakan bahasa dan contoh pembelajaran yang tidak bias gender. Dengan begitu, peserta didik memahami bahwa setiap profesi maupun peran sosial dapat dijalankan oleh siapa saja, tanpa dibatasi oleh jenis kelamin," jelasnya.

Fransisca berharap, seluruh tenaga pendidik dapat menjadi pelopor terciptanya lingkungan belajar yang adil dan setara. Dengan menghilangkan stereotip gender sejak dini, sekolah dapat membantu peserta didik mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuannya, tanpa dibatasi oleh pandangan sosial yang diskriminatif.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....