Salat, Wudu, dan Sedekah Menjadi Cara Membersihkan Jiwa dalam Islam

  • 28 Jul 2026 11:10 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Madinnah Madiun, Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., mengajak umat Islam untuk senantiasa membersihkan jiwa melalui ibadah yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Menurutnya, kebersihan hati merupakan kunci lahirnya ketakwaan, ketenangan hidup, serta akhlak yang mulia.

Dalam kajian keislaman yang disampaikannya, Ustaz Amir Abdullah menjelaskan bahwa Islam telah memberikan berbagai sarana untuk menyucikan jiwa, di antaranya melalui salat, wudu, dan sedekah.

"Jiwa yang bersih tidak hadir begitu saja, tetapi harus dibina dengan ibadah yang dilakukan secara ikhlas dan istiqamah. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah SWT, semakin bersih pula hatinya dari penyakit seperti riya, hasad, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, cara pertama membersihkan jiwa adalah dengan mendirikan salat secara khusyuk. Salat tidak hanya menjadi kewajiban seorang Muslim, tetapi juga berfungsi sebagai benteng yang menjaga seseorang dari perbuatan tercela.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."

(QS. Al-'Ankabut: 45)

Menurutnya, seseorang yang menjaga kualitas salatnya akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain salat, Ustaz Amir Abdullah mengatakan bahwa wudu juga menjadi sarana penyucian jiwa sekaligus penghapus dosa-dosa kecil. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

"Apabila seorang Muslim atau mukmin berwudu lalu membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya bersama tetesan air terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya bersama tetesan air terakhir. Ketika membasuh kedua kakinya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan kedua kakinya bersama tetesan air terakhir, hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa."

(HR. Muslim)

"Wudu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi sarana membersihkan dosa-dosa kecil sehingga hati menjadi lebih tenang dan siap beribadah kepada Allah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sedekah juga memiliki peran besar dalam menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta harta yang berlebihan. Allah SWT berfirman:

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka."

(QS. At-Taubah: 103)

Menurut Ustaz Amir Abdullah, makna ayat tersebut tidak hanya berlaku pada zakat, tetapi juga menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial dan penyucian hati.

"Orang yang gemar bersedekah akan belajar ikhlas, tidak diperbudak oleh harta, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Itulah salah satu jalan agar hati menjadi bersih dan penuh kasih sayang," katanya.

Ustaz Amir Abdullah mengajak masyarakat untuk menjadikan salat, wudu, dan sedekah sebagai amalan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai upaya membangun jiwa yang bersih dan bertakwa.

"Dengan hati yang bersih, seorang muslim akan lebih mudah menerima hidayah, menjaga hubungan dengan sesama, serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....