Memorsa Antarkan Mahasiswa UKWMS Madiun Raih Pendanaan Nasional
- 24 Jul 2026 15:57 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kepedulian terhadap kesejahteraan lansia membawa tim mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional. Salah satu anggota tim, Keni Aprilita Setiawati, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap penurunan fungsi kognitif dan meningkatnya rasa kesepian yang dialami banyak lansia.
Keni mengatakan program yang diberi nama Memorsa (Menjaga Memori, Merajut Asa) dirancang untuk membantu mempertahankan kemampuan kognitif sekaligus meningkatkan kebahagiaan lansia. Ide tersebut dipilih karena kelompok lanjut usia masih menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam menghadapi persoalan penurunan daya ingat dan kondisi psikologis akibat kehilangan pasangan maupun ditinggal anak yang merantau.
“Dan untuk temanya tahun ini aku ngambilnya itu para lansia karena lansia ini masih menjadi konsen pemerintah sampai saat ini. Jadi kita lihat bahwa lansia-lansia itu mengalami yang namanya penurunan kognitif. Karena yang namanya seiring berjalannya usia pasti dari segala fungsional pasti menurun, mulai dari fisik, fungsi kognitif yang sudah mulai pikun, terus susah baca dan segala macam. Nah, terus lansia ini sering ngasa lonely karena ditinggal pasangannya, ditinggal anaknya ngerantau dan segala macam. Maka dari itu, tahun ini bikin program namanya Memorsa. Kepanjangannya adalah menjaga memori, merajut arsa gitu,” jelas Keni, Jum'at (24/7/2026).
Sebelum memperoleh pendanaan nasional, tim mahasiswa harus melewati serangkaian seleksi internal kampus. Proposal yang disusun beberapa kali direvisi berdasarkan masukan dosen pembimbing hingga akhirnya dinyatakan lolos seleksi nasional.
Keni mengaku pengalaman mengikuti PKM pada tahun sebelumnya yang belum berhasil justru menjadi bekal penting untuk memperbaiki kualitas proposal berikutnya. Program tersebut kemudian diimplementasikan di Desa Putat, Kabupaten Madiun.
Tim melakukan observasi, wawancara, serta pengukuran awal terhadap kondisi kebahagiaan dan fungsi kognitif para lansia agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Setelah data diperoleh, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas seperti permainan warna dan kegiatan bercocok tanam yang disesuaikan dengan kebiasaan para peserta.
Menurut Keni, hasil awal menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Wajah para lansia tampak lebih ceria dan hasil pengukuran juga memperlihatkan peningkatan tingkat kebahagiaan dibandingkan sebelum program dilaksanakan.
Ia memperkirakan dampak program dapat mencapai sekitar 80 persen terhadap tujuan yang telah ditetapkan tim. Dalam pelaksanaan program, mahasiswa juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari membangun kepercayaan masyarakat hingga keterbatasan anggaran.
Salah satu kendala muncul ketika sebagian peserta mengharapkan adanya bingkisan, sementara aturan program tidak memperbolehkan pemberian hadiah.
Atas arahan dosen pembimbing, tim memilih melakukan pendekatan secara bertahap melalui komunikasi intensif dengan koordinator posyandu dan para lansia sehingga hubungan yang terjalin menjadi lebih akrab sebelum program dijalankan.
“Jadi sebelum benar-benar melaksanakan program, kita berusaha untuk mendekatkan diri dengan para lansianya terus, terutama dengan koordinatornya. Itu kuncinya. Setelah sudah bonding, sudah kenal satu sama lain, sudah happy, sudah nyaman, baru kita melaksanakan programnya,” ungkap Keni.
Keni menilai dukungan kampus dan dosen menjadi faktor penting dalam keberhasilan PKM tersebut. Selain memberikan pendampingan sejak penyusunan proposal hingga implementasi di lapangan, dosen juga membantu ketika tim menghadapi kendala teknis, termasuk saat proses pencairan dana belum selesai.
Berkat pendampingan tersebut, tim dapat menyelesaikan program sesuai rencana. Tim berharap inovasi yang dikembangkan dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....