Libatkan Peserta Didik dalam KBM tanpa Stereotip Gender
- 04 Agt 2026 10:29 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Upaya mewujudkan kesetaraan gender di sekolah tidak hanya diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, tetapi juga perlu diwujudkan dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler.
Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling UKWMS kampus Madiun, Dra. Fransisca Mudjijanti, M.M., menilai masih ada praktik yang tanpa disadari memperkuat stereotip gender di lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut terlihat dari cara guru memberikan contoh pembelajaran maupun mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan tertentu.
Menurutnya, guru perlu lebih peka agar tidak membatasi pilihan peserta didik berdasarkan jenis kelamin.
"Kadang-kadang guru masih seperti itu. Kegiatan ekstrakurikuler pun cenderung diarahkan untuk diikuti oleh jenis kelamin tertentu," ujarnya.
Fransisca menjelaskan, setiap peserta didik seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk memilih kegiatan sesuai minat, bakat, dan potensinya, tanpa dipengaruhi anggapan bahwa suatu aktivitas hanya cocok untuk laki-laki atau perempuan.
Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang inklusif dengan memberikan ruang yang setara bagi seluruh siswa. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dapat berkembang secara optimal sekaligus belajar menghargai keberagaman dan kesetaraan sejak dini.
Menurut Fransisca, perubahan pola pikir guru menjadi salah satu kunci dalam menghapus stereotip gender di sekolah. Dengan memberikan perlakuan yang adil dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler, sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung setiap peserta didik untuk berkembang sesuai kemampuan dan cita-citanya, tanpa dibatasi oleh konstruksi gender.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....