Waspada: Begini Tanda-tanda Hati yang Sakit
- 21 Jul 2026 06:55 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Islam hadir sebagai petunjuk dan pedoman manusia. Rasulullah SAW bersabda, manusia diberikan petunjuk berupa Al Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad SAW untuk mengukur apakah perilaku, sikap, sudah benar sesuai standar Islam. Hati merupakan pusat keimanan dan penentu baik buruknya perilaku seseorang. Dalam pandangan Islam, hati yang sehat akan melahirkan amal saleh, sedangkan hati yang sakit dapat menyeret seseorang kepada berbagai bentuk kemaksiatan dan kelalaian.
Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., menyampaikan pandangannya dalam kajian Mutiara Pagi. Dalam hadits dijelaskan, "Sungguh mengagumkan semua perkara orang mukmin. Sesungguhnya semua perkara baik. Jika ia mendapatkan kelapangan, kebahagiaan, kesuksesan, maka ia bersyukur. Dan jika ia mendapatkan ujian, kesempitan, cobaa, maka ia bersabar. "Hadits ini merupakan pedoman kita dalam menyikapi yang terjadi di sekitar kita. Jika mendapatkan kebaikan maka harus bersyukur, bukan menghamburkan harta," kata uztaz Amir, Selasa, 21 Juli 2026.
Hati yang baik dan sehat ditandai dengan ketika dia bangun dari tidur dia bersyukur pada Allah SWT, dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan yang diberikan. Sebaliknya jika hati yang sakit, cara mengenalinya adalah SMS (Senang Melihat Orang Susah). "Ada ungkapan yang menyatakan dia bahagia melihat penderitaan orang lain. Dan sebaliknya ketika melihat orang lain sukses mereka akan sinis, dan curiga," jelas ustaz Amir. Ustaz Amir mengajak pendengar dan pemirsa untuk melihat pada diri sendiri tanda-tanda tersebut.
Allah memberikan harta pada sebagian orang yang dianggap kaya kemudian berderma pada orang lain. " Pada orang inilah kita boleh iri, dengan pola pikir termotivasi agar supaya bisa meniru hal baik tersebut," tambah ustaz amir. Kemudian, Ustaz Amir juga menjelaskan manusia boleh iri dan termotivasi lagi dengan mereka yang mampu membaca Al Qur'an dengan baik.
Berikutnya, Ustaz Amir juga mengatakan tanda hati yang sakit adalah sulit menerima kritik dan saran. Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 10: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."
Lebih lanjut, Ustaz Amir menjelaskan bahwa obat bagi hati yang sakit adalah memperbanyak taubat, memperbaiki kualitas salat, membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, memperbanyak zikir, menjaga pergaulan dengan orang-orang saleh, serta memperbanyak doa agar Allah memberikan hati yang bersih dan istiqamah.
Ia mengajak umat Islam menjadikan setiap hari sebagai momentum untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri. Dengan demikian, setiap Muslim dapat mengenali kondisi hatinya, memperbaiki kekurangan, dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....