Kolaborasi Guru Siswa Wujudkan Inovasi Lingkungan Berbasis Sekolah
- 03 Jul 2026 15:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Keberhasilan MI Islamiyah 01 Kota Madiun menjadi juara Lomba Melati Losida tingkat Kota Madiun tidak lepas dari keterlibatan aktif para siswanya. Salah satunya adalah Ghaisan Wisnu Athailah, siswa kelas VI yang menjadi bagian dari tim inovasi sekolah.
Dalam siaran obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Madiun, Ghaisan menceritakan bahwa dirinya ikut terlibat sejak proses pengembangan berbagai inovasi hingga perawatan tanaman dan budidaya maggot.
"Saya ikut dengan ikhlas. Memang suka tanaman juga, jadi senang bisa ikut berkontribusi," ungkapnya, kemarin.
Ghaisan menjelaskan bahwa timnya mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari hidroponik kangkung dan seledri, pemanfaatan galon bekas untuk budidaya lele, pembuatan mini biopori, hingga budidaya maggot dan pembuatan pupuk organic cair (POC). Semuanya memanfaatkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, sampah organik tidak lagi menjadi limbah, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk maupun pakan maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian diolah menjadi pakan ikan dengan nama produk "Promaker".
Guru IPAS MI Islamiyah 01 Kota Madiun, Dian Maduratna Sari, mengatakan keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Namun tidak semua siswa langsung tertarik, sehingga sekolah membentuk tim khusus dan memberikan pendampingan secara langsung.
"Kami memberikan contoh terlebih dahulu. Anak-anak belajar bukan hanya teori, tetapi praktik langsung mulai dari menanam sampai mengolah hasil panen," jelasnya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kader Adiwiyata di sekolah, sehingga regenerasi terus dilakukan agar inovasi tetap berjalan meski siswa yang terlibat telah lulus. Selain menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan jiwa kewirausahaan kepada siswa.
Beberapa produk hasil panen seperti jus seledri nanas "Selena", balado terong "Balarong", dan Promaker (Protein Magot Kering) mulai dipasarkan kepada masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, Ghaisan berharap budaya menjaga lingkungan dan mengolah sampah dapat diterapkan oleh lebih banyak pelajar.
"Semoga nanti di sekolah berikutnya saya juga bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan di MI Islamiyah," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....