Mitos Mistis Cara Masyarakat Melindungi Situs Sejarah
- 20 Jun 2026 17:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, MADIUN – Cerita mistis yang melekat pada situs-situs kuno ternyata tidak selalu berkaitan dengan hal gaib. Sejarawan Historia van Madioen (HVM), Septian Dwita Kharisma, menyebut bahwa banyak mitos berkembang sebagai upaya masyarakat menjaga kelestarian peninggalan sejarah.
Dalam siaran Obrolan Jaga Malam Pro 2 RRI Madiun, Septian menjelaskan bahwa kisah-kisah tentang penunggu, makhluk gaib, maupun pantangan di lokasi tertentu sering kali berfungsi sebagai mekanisme sosial agar masyarakat tidak merusak atau mencuri benda bersejarah.
| Baca juga: Sejarah di Balik Tempat-Tempat Mistis Madiun |
Selain melindungi situs sejarah, unsur mistis juga memiliki kaitan dengan pelestarian lingkungan. Ia menyebut konsep tersebut dikenal sebagai ekomistisisme, yakni penggunaan nilai-nilai mistis untuk menjaga ekosistem dan sumber daya alam.
“Itu sebenarnya untuk edukasi dan memang ketakutan itu dibentuk ya agar orang-orang tidak macam-macam seperti itu. Namanya ekomistisisme. Memang ekomistisme itu adalah suatu hal yang cukup strategis untuk melindungi ekosistem,” ujar Septian.
Ia mencontohkan keberadaan Watu Gilang di wilayah Magetan yang dikaitkan dengan cerita penjaga gaib berupa macan besar. Menurutnya, narasi tersebut berfungsi menjaga keberadaan tinggalan sejarah agar tetap lestari.
Septian menilai kepercayaan semacam itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Selain tetap hidup dalam budaya Jawa, kepercayaan tersebut juga turut berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.
“Cerita misteri itu merupakan upaya masyarakat untuk mengonservasi situs sejarah atau cagar budaya agar tidak dirusak maupun diambil,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....