Batik Jadul? Ini Kata Juara Batik Heritage Festival
- 03 Agt 2026 14:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Tantangan terbesar batik saat ini bukan lagi kurangnya motif, melainkan masih adanya anggapan bahwa batik identik dengan pakaian formal dan terkesan kuno. Hal tersebut disampikan Juara 1 Batik Fashion Show Madiun Batik Heritage Festival, Mutiara Salwa Kirana, saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
"Sebagai Gen Z, kadang ada yang menganggap batik itu jadul. Padahal sekarang motif dan desainnya sudah berkembang, bisa dipadukan dengan blazer, rok, celana, bahkan dijadikan tas sehingga tampil lebih modern," jelas Mutiara.
Ia mengatakan batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi merupakan identitas budaya yang perlu terus dikenalkan melalui media sosial maupun berbagai kegiatan kreatif. Menurut Mutiara, batik khas Kota Madiun memiliki karakter yang kuat, seperti motif Pecel, Pesilat, hingga Seribu Bunga yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah.
Gelar Juara yang diraih siswi SMAN 2 Kota Madiun tersebut, dimanfaatkan Mutiara sebagai sarana mengampanyekan pelestarian batik kepada kalangan generasi muda. Ia berharap sekolah dapat memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengenal batik, misalnya melalui organisasi atau komunitas yang secara rutin mempromosikan batik kepada pelajar. "Kalau bisa ada komunitas di sekolah yang mengajak teman-teman memakai dan mengenalkan batik secara rutin supaya generasi muda tidak melupakan budaya Indonesia," ujarnya.
Di balik berbagai prestasi yang diraih, Mutiara mengaku selalu memegang prinsip bahwa kesuksesan hanya dapat dicapai oleh mereka yang berani mengambil tindakan dan tidak takut menghadapi konsekuensi. Ia pun berpesan kepada para remaja agar tidak takut mengikuti berbagai kompetisi. "Kemenangan bukan milik orang yang tidak pernah gagal, tetapi milik mereka yang terus mencoba, belajar, dan tidak pernah menyerah," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....