Komunikasi Beradab Jadi Kunci Keharmonisan Keluarga
- 04 Jun 2026 00:03 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Komunikasi yang baik dan penuh adab menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Dalam ajaran Islam, setiap anggota keluarga dianjurkan untuk menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan luka batin maupun konflik yang berkepanjangan.
Ustadzah Siti Amiroh menjelaskan bahwa setelah prinsip qaulan sadidan atau berkata benar, Islam juga mengajarkan konsep qaulan ma’rufan, yakni berbicara dengan perkataan yang baik dan pantas.
“Kalau qaulan sadidan adalah berkata benar, maka qaulan ma’rufan adalah berkata baik.
Perkataan yang baik atau pantas sesuai dengan adab dan norma yang berlaku di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, berbicara dengan baik bukan sekadar memilih kata-kata yang sopan, tetapi juga menjaga sikap dan cara penyampaian agar tidak menyinggung maupun merendahkan orang lain. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam interaksi sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
Ia menegaskan bahwa setiap anggota keluarga perlu menghindari ucapan yang kasar, meremehkan, atau menyakiti hati. Sebab, perkataan yang tidak terjaga sering kali menjadi pemicu munculnya konflik yang lebih besar.
“Dalam berbicara harus penuh adab, tidak kasar, tidak merendahkan, dan tidak menyakiti,” katanya.
Ustadzah Siti Amiroh mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menerapkan qaulan ma’rufan muncul ketika seseorang sedang dikuasai emosi. Pada kondisi tersebut, ucapan yang baik sering kali hilang dan digantikan dengan kata-kata yang tidak pantas.
Ia mencontohkan situasi ketika orang tua sedang marah kepada anak. Saat emosi memuncak, ekspresi wajah, sikap, hingga pilihan kata yang digunakan dapat berubah secara drastis sehingga berpotensi melukai perasaan anak.
“Ketika emosi sudah tidak terbendung, ucapan yang baik itu sering hilang. Mulai dari kata-katanya hingga sikapnya berubah. Muncul kata-kata kasar yang sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan,” jelasnya.
Hal yang sama, lanjutnya, juga dapat terjadi dalam hubungan suami istri. Karena kedekatan emosional yang dimiliki pasangan, kata-kata yang terlontar saat marah justru dapat meninggalkan luka yang mendalam dan berdampak pada keharmonisan rumah tangga.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi sebelum berbicara. Dengan menjaga prinsip qaulan ma’rufan, setiap anggota keluarga dapat menciptakan suasana komunikasi yang sehat, penuh penghormatan, dan saling menghargai.
Melalui komunikasi yang santun dan beradab, keluarga tidak hanya mampu mengurangi potensi konflik, tetapi juga membangun hubungan yang lebih hangat, harmonis, dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....