Keni, Mahasiswa Psikologi yang Raih Prestasi lewat Kompetisi

  • 24 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Berbagai prestasi berhasil diraih Keni Aprilita Setiawati, mahasiswa semester V, Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun. Di balik sederet pencapaiannya dalam kompetisi menulis, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga pemakalah penelitian, Keni mengaku perjalanan tersebut justru diawali dari pengalaman gagal yang berulang.

Menurut Keni, saat masih duduk di bangku SMP hingga SMA dirinya selalu merasa takut mengikuti perlombaan. Ia khawatir tidak mampu memberikan hasil terbaik dan justru mengecewakan sekolah maupun kampus yang diwakilinya.

Namun, setelah beberapa kali mengalami kegagalan, ia menyadari bahwa kekalahan merupakan kesempatan terbaik untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kemampuan.

“Nah, tapi setelah aku sempat gagal berkali-kali, justru di situlah aku dapat lesson-nya. Sedangkan kalau kita pernah gagal, kita pernah kalah sebelumnya, kita kan bisa jadi cari titik-titik yang mana harus kita kembangkan, yang mana harus kita improve,” ungkap Keni saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun, kemarin.

Mahasiswa asal Ngawi itu mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci utama keberhasilannya. Ia tidak lagi menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama, melainkan lebih memilih menikmati setiap proses yang dijalani.

Baginya, fokus pada proses membuat dirinya tetap bangga atas usaha yang telah dilakukan meski belum menjadi juara.

"Kalau aku ikut kompetisi, aku berusaha enggak fokus di hasilnya. Ketika fokus ke proses, ternyata yang didapat jauh lebih banyak. Bahkan saat tidak menang pun aku tetap bahagia karena sudah belajar banyak," ujar Keni.

Salah satu prestasi yang berhasil diraih adalah menjadi penulis terbaik dalam Writing Competition yang diselenggarakan Sekolah Menulis Indonesia. Cerita pendek karya Keni mengangkat kisah romansa berlatar Benteng Pendem Ngawi dengan memadukan unsur sejarah dan nuansa mistis. Cerpen tersebut kemudian diterbitkan bersama karya peserta lain dalam sebuah buku yang dipasarkan secara umum.

“Jadi kita nulis cerpen terus akhirnya dipilih berdasar sama panelis-panelisnya terus akhirnya cerita-cerita kita ini dijadiin satu buku, terus bukunya tuh diterbitkan gitu. Dijual,” jelas Keni.

Keni menilai kreativitas menjadi pembeda dalam dunia kepenulisan. Ia melihat banyak karya remaja yang masih menggunakan alur cerita yang mudah ditebak sehingga kurang memberi kejutan bagi pembaca.

Karena itu, ia berusaha menghadirkan sudut pandang berbeda dengan memadukan unsur sejarah lokal dan imajinasi agar cerita terasa lebih hidup sekaligus memiliki identitas yang kuat. Selain aktif mengikuti berbagai kompetisi, Keni juga terlibat dalam organisasi, bekerja paruh waktu, serta menjalani berbagai praktikum sebagai mahasiswa psikologi.

Meski memiliki jadwal yang padat, ia mengaku selalu mengingat alasan awal menempuh pendidikan sebagai sumber motivasi untuk terus berkembang. Menurutnya, keberanian mencoba hal baru menjadi investasi penting bagi mahasiswa agar terus bertumbuh, sekalipun harus melalui proses kegagalan terlebih dahulu.

“Lelah itu wajar banget karena kita manusia. Kita bukan AI, kita bukan robot. Tapi aku selalu jadiin rasa lelah dan rasa stresku ini menjadi privilege gitu karena enggak semua orang merasakan stres. Ketika aku berada di titik stres, oh ya berarti aku harus cari jalan keluarnya. Dan Ketika kalian capek, tolong, jangan langsung kayak pergi dan ninggalin semuanya gitu aja. Tapi take a break aja, istirahat aja for a while, terus nanti balik lagi dikerjain,” ucap Keni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....