Merajut Keluarga Sakinah Melalui Komunikasi yang Indah
- 04 Jun 2026 00:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Mewujudkan keluarga sakinah tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, komunikasi yang baik, serta komitmen seluruh anggota keluarga untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadzah Siti Amiroh, S.Ag., M.Pd.I dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun dengan tema “Merajut Keluarga Sakinah Melalui Komunikasi yang Indah”. Menurutnya, istilah merajut menggambarkan proses menyusun benang demi benang hingga menjadi satu kesatuan yang kuat dan indah.
“Merajut bisa diartikan menyusun benang demi benang menjadi satu kesatuan yang kuat dan indah. Tentunya membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan ketekunan. Artinya keluarga tidak bisa terbentuk dengan sempurna begitu saja, tetapi perlu dibangun sedikit demi sedikit secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang dipenuhi ketenangan, dihiasi cinta, serta dilandasi kasih sayang. Konsep tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 21 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenangan serta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya.
Menurut Siti Amiroh, merajut keluarga sakinah merupakan proses membangun, memperkuat, dan menjaga keharmonisan rumah tangga secara berkelanjutan. Upaya tersebut harus dilakukan dengan penuh kesabaran, komunikasi yang baik, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan agar tercipta ketenangan dan keberkahan dalam keluarga.
“Menjaga keharmonisan keluarga itu dilakukan secara terus-menerus dengan penuh kesabaran, cinta, komunikasi yang baik dan indah, serta didasari nilai-nilai keimanan sehingga tercipta ketenangan dan keberkahan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keluarga harmonis tidak hadir secara tiba-tiba. Dibutuhkan usaha untuk saling memahami, saling menghargai, dan memperbaiki diri di antara anggota keluarga. Dalam proses tersebut, komunikasi menjadi kunci utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam rumah tangga.
“Setiap rumah tangga pasti memiliki masalah. Namun masalah itu bukan untuk memisahkan, melainkan untuk dirapikan kembali agar tujuan utama berkeluarga tetap terjaga. Ketika ada yang bengkok, diluruskan kembali sehingga rajutan keluarga tetap kuat dan menjadi keluarga yang benar-benar sakinah,” jelasnya.
Melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, dan kemampuan mengendalikan emosi, setiap keluarga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan demikian, cita-cita membangun keluarga sakinah yang penuh ketenangan, cinta, kasih sayang, dan keberkahan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....