Dispusip Kota Madiun Dorong Literasi Anak lewat Lomba Bertutur
- 22 Mei 2026 13:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Madiun menggelar lomba bertutur tingkat SD/MI sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung selama 19–21 Mei 2026 dan diikuti 54 peserta dari berbagai sekolah di Kota Madiun.
Sekretaris Dispusip Kota Madiun, Wenny Safitri Madona, mengatakan lomba bertutur tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun budaya membaca di kalangan anak-anak.
“Lomba bertutur ini bertujuan meningkatkan minat baca dan literasi anak,” tutur Wenny, Kamis 21 Mei 2026.
| Baca juga: SMPN 9 Madiun Juara 2 Musik Tradisi FLS3N |
Ia menjelaskan seluruh peserta membawakan cerita rakyat khas Jawa Timur. Pemilihan tema tersebut dilakukan agar generasi muda lebih mengenal budaya daerah dan tidak tergerus perkembangan budaya luar.
Menurut Wenny, lomba bertutur juga melatih anak melakukan pembacaan mendalam atau deep reading. Sebab, peserta tidak hanya membaca teks secara sekilas, tetapi harus memahami isi cerita, karakter tokoh, hingga cara penyampaian yang menarik.
Selain itu, kegiatan tersebut dinilai mampu mengintegrasikan empat pilar literasi sekaligus, yakni membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.
Antusiasme peserta pada tahun ini juga dinilai cukup tinggi. Dari target awal sebanyak 50 peserta, jumlah peserta yang lolos administrasi mencapai 54 anak.
Wenny menilai tingginya minat peserta menunjukkan masih adanya keinginan anak-anak untuk membaca dan memahami cerita melalui buku yang tersedia di perpustakaan sekolah maupun fasilitas bacaan lainnya. “Tanpa membaca, mereka tidak bisa bertutur. Berarti ada kemauan dari adik-adik untuk membaca terlebih dahulu,” ucapnya.
Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Madiun pada ajang lomba bertutur tingkat Jawa Timur.
Wenny menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan budaya baca masyarakat, mulai dari optimalisasi fasilitas perpustakaan, penyediaan sudut baca, hingga pembaruan koleksi bahan pustaka yang disesuaikan dengan kebutuhan pembaca.
Melalui kegiatan tersebut, Dispusip Kota Madiun berharap anak-anak semakin mencintai membaca dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan, membentuk pola pikir kritis, serta memperkuat karakter,” kata Wenny.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....